Semua artikel oleh bakotaldino

Bakotaldino Lahir. : tangerang 15 Agustus 1971.. Home. : Bintaro 9 Pd Aren. Tangerang. Banten. Indonesia Jadikanlah rangkaian kata sebagai penyejuk di dalam jiwa.. Sehingga setiap orang akan terkagum dan terpesona dengan karyamu.. Dan menyayangimu..

Bertunai Janji Puteri Danau Maninjau yang Berhati Peri


Perlahan sang surya kian terlelap
dirimba dahan..
Terpaku dara jelita menyibak bening
air sungai batang..
Yang meratap sedih hati merana..
Yang berharap cinta datang menyapa..
Dari sebuah janjii yang kini jauh kelana..

Entah berapa lama harus menunggu..
Entah berapa banyak purnama berlalu..
Walau hati tersayat berkeping rindu..
Merobek asa yang kian membeku..
Namun putihnya cinta tiadalah akan
berdebu..

Danau maninjau adalah surganya bumi.
Yang slalu dibincang penjuru negeri..
Hingga yang bersinggah pastilah tiada
ingin pergi..
Dan slalu terbayang dalam sanubari..

Tiadalah hasratku melupa janji..
Akan dara jelita yang berhati peri..
Tiadalah mungkin pula cintaku terhenti..
Pada sang juwita pujaan hati..
Walaupun engkau terlalu cantik..
untuk menemani laju hidupku dijalan
yang pahit..

Kini..
Lepaslah sudah kebekuan hati..
Karena asmara kita akanlah bersulam kembali..
Dan api cinta yang membakar jiwa..
Akanlah tersiran beningnya embun asmara..
Yang tiada mungkin membawa derita..

Tiada kulepas pandangan mata..
Akan keindahan panorama kelok 44 dikala senja..
Yang begitu indah..
Seindah kenangan cinta..
Didanau maninjau yang mempesona..
Seindah parasmu..
Seindah senyummu..
Yang tiada pernah lepas dari Ingatanku.

Duhai sayang.
Lihatlah Pinus pinus melambai kabut
temaram..
Yang tersiram mega mendekap puncak
lawang..
Dan janganlah engkau terus bermuram.
Karena kelokan cinta yang terjal..
Kini akan merantai senyuman..

Tiada kuingin malam beranjak pagi..
Dikala senyum indahmu telah bermekar
kembali..
Maafkan..
bila sayatan rindu telah melukai hati..
Dan kini aku tiada akan pergi..
Tanpa dirimu..
Tanpa cintamu..
Yang telah menjadi takdir hidup..
Dari perjalanan..
– C I N T A K U –
Hmmm…………..
———————–

Aku Jatuh Cinta

Entah apa yang terjadi dalam hidupku?. Jalan dalam benakku hanya searah, getar dalam jiwaku hanya senada, hatiku telah tersesat dalam rimba cintamu yang memikat.

Ini pertama kali dalam hidupku, hatiku menjadi gila dan gelisah, hingga dikala malam datang, hanya dirimu yang terkenang.

Lagi lagi engkau menggoda, engkau mengusik tidurku dengan canda, hatiku menjadi gelisah, anganku menjadi resah, hingga walaupun kututup wajah dengan tangan terbuka, senyummu tiada sirna dari cahaya dibibir mata.

Mataku seakan slalu melihat bayangmu, berputar dan menari untukku. telingaku seakan slalu mendengar, suara merdu dari nada cintamu, hingga disetiap putaran waktu, senyummu tiada pernah lepas dari ingatanku.

Sayangku telah menepi dan tiada ingin berlayar lagi, hatiku telah tercuri dan tiada ingin berlalu pergi, kiranya aku telah jatuh cinta, pada dirimu yang kini menjadi idaman jiwa.

Kini sayap sayap cinta telah membentang dihamparan bukit keindahan. hingga walaupun hanya kekejap kita berbincang, namun kuyakin hatimupun berkata
– S A Y A N G –

Senyummu Seharum Cintamu

1

Tiadalah dapat aku ungkapkan.
Apa yang sedang hatiku katakan..
Karena senyummu telah menyentuh
hatiku..
Karena sayangmu..
Telah membara dari padamnya api
asmaraku..

Engkau bukanlah yang pertama
menghiasi beranda asmara..
Namun cintamu..
telah mampu menghapus pahit..
Dari jalan cintaku yang berdebu..
Walau masih tersimpan keraguan..
Namun hatiku sangatlah takut untuk
engkau tinggalkan..

Cintaku bukanlah hanya gurauan..
Sayangku bukanlah pula mainan.
Yang sejenak terasa indah..
Yang hanya untuk sepintas membawa
bahagia..

Bilakah jalan cinta akan searah..
Menoreh indah lembaran baru..
dalam guratan noktah asmara..
Dari teduhmu..
pada gersangnya hatiku..
Dari hangatmu..
pada dinginnya malamku
Dari harummu..
Pada hembusan napasku..
Hingga kemaraunya mimpi tiada
lagi menghampiri..

Kini..
Tertutup sudah beban derita..
Terpendam pula semua duka..
Akan kisah Lama..
Yang telah membuatku lelah
menghapus airmata..
Disaat engkau hadir sebagai takdir
cinta..
Yang akan membawa laju hidupku
kepulau..
– B A H A G I A –
Hmmm………….
———————

Kunantikan Senyummu Kembali

Redup dan sayu matamu..
Lemah dan lusuh tubuhmu..
Disaat raga terbaring tiada daya..
Terbalut selang infus penawar derita.

Engkau yang menjadi sandaran..
Tempat bernaungku dari teriknya cobaan..
Kini harus berjuang melawan derita..
Dari rasa sakit yang tiada pernah
engkau rasa..

Engkau yang menjadi lentera..
Penerang jiwaku dalam bahtera..
Yang telah membuatku bangga..
Untuk berdamping setia..
Dari terwujudnya mimpi untuk cinta
Yang slalu seirana..

Tiada kurela engkau begini..
Tiada kumau hatimu pedih.
Engkau yang berkorban untukku..
Yang menjadi benteng untuk
perlindunganku..
Tiada akan kulepas Do’a untuk
kesembuhanmu..

Tiada dapat kubendung airmata..
Disaat lingkaran cinta..
Kau cium dari jemariku yang indah..
Tiada dapat aku berkata kata..
Dikala kau hapus butiran bening..
yang tercurah dari lingkaran mata..

Hidup ini memenglah singkat..
namun jalan cinta kita tiadalah akan
sejenak.
Entah suatu saat nanti..
Dirimu ataupun aku yang berjalan
didepan..
Namun tandu asmara kita..
Akanlah seiring dengan banjir
Bahagia.

Cukuplah satu kisah romantis dari jalan
Asmaraku..
Karena aku tiada akan pernah mendua
hati dari jalan cintamu..
Walau aku harus berjalan melewati
panasnya ilalang yang terbakar..
Namun untuk cintamu..
Tiada akan pernah kulepas.
– G E N G G A M A N –
Hmmm………………….
——————————

Pelangi Cinta Dipuncak Bukit Tinggi Yang Mempesona

1490167321632

Cantiklah sungguh pesona rupa..
Indahlah juga gumpal senyumnya..
Ialah si anak dara koto padang nan jelita..
Yang berlenggok gemulai..
Menapak janjang saribu yang perkasa..
Bak Peri kahyangan yang menari
meniti pelangi dikala senja..

Angin nan sejuk berhembus Perlahan..
Di iring kabut mendekap alam..
Namun mataku tiada lepas pandang..
Akan dirimu anak dara koto padang.
Yang cantiknya tiada terbandingkan..

Sungguh hatiku sangatlah bahagia..
Dikala sapaku berbalas cinta..
Hingga indahnya pelangi bagai
bersarang didalam dada..
Jiwaku menjadi indah..
Seindah ngarai sianok yang menyimpan
rahasia berjuta pesona..

Terhempas sudah daun daun kering..
Yang berserak mengotori candi hati..
Hilang sudah duka..
Surna juga nestapa..
Dikala kau bisikan kata cinta
dibalik telinga..

Sungguhlah hatiku sangatlah berbunga..
Dikala kau sentuh bibirku dengan napas cinta..
Ingin rasanya aku berlari..
Menari menyusuri bukit apit yang indah berseri..
Inginlah pula aku sama bernyanyi..
Semerdu kicau burung yang bersahutan
diatas dahan ngarai sianok yang sunyi..
Sungguh aku tiada mengerti…
Namun rasa bahagia sangatlah
bergejolak didalam hati..

Pesona minang kabau sangatlah menawan..
Dengan jam gadang perlambang kejayaan..
Rasanya aku tiadalah ingin beranjak pulang..
Dikala berpijak tahta bukit tinggi surganya alam..

Empat penjuru bertonggak satu..
Dari putaran jarum jam gadang
yang terus melaju..
Disini ku ikrar janji hati berpadu..
Untuk bersama menempuh kehidupan
dengan lembaran yang..
– B A R U –
Hmmm…….
——————–