Semua artikel oleh Bakot Aldino

Layar Cintaku


Mengapakah engkau terus sembunyi
dari pandangan..
Sedang hatiku sangatlah menyayang..
Haruskah aku berteriak..
Sedang engkaupun telah mendengar
Apa yang detak hatiku katakan..

Kerudung melambai berdesir angin
pantai..
Menerpa dara jelita bersandar
karang..
Jauh menatap laut menghampar..
Berharap cinta cepatlah bertunai..

Haruskah cinta terus begini..
Sedang usia kianlah meninggi..
Tiada cukupkah bertahun kita
berkasih..
Ataukah engkau hanya bermain hati…

Janganlah terus mengikat hatiku
dengan cinta..
Bila dalam hatimu hanya berpura
pura..
Karena bagiku cinta sangatlah
istimewa..
Dan hanya dirimu yang slalu
bersemayam didalam djiwa..

Lihatlah camar bercanda riang..
Terbang melayang diatas lautan..
Bilakah cinta akanlah bertunai..
Melangkah tangga dalam istana..
– M A H L I G A I –
Hmmm—————

Aku Bukanlah Pengembara


Tiadalah hasratku ingin terbang..
Mengembara mengarung luasnya lautan..
Menggoda hati dengan berjuta janji
Dan berlalu pergi setelah manis
tiada lagi..

Begitu banyak bunga bermekar..
Melambai menari menawar keindahan.
Berlenggok dengan gemulai..
Berhias dengan senyuman..
Dan berharap rindu berbalas sayang..

Cintaku bukanlah segumpal kapas..
Yang dapat berterbang..
Dikala angin datang menghempas
Namun cintaku ibarat jernihnya air
pancuran..
Yang slalu mengalir tiada henti..
Dan menyejuk hatimu dikala dahaga.. 

Tiadalah aku menyesal kita berjumpa..
Tiadalah aku kecewa akan ucap kata
Namun mengapa antara kita harus ada
cinta..
Hingga disetiap putaran waktu..
Hati tersiksa bila tiada besua..

Biarpun tingginya gunung tiada
berujung..
Tiada aku lelah untuk mendaki.
Biarpun bentang lautan tiada
terhalang pandang
Niscaya akanlah kuarungi sampai
tujuan..
Hingga engkau percaya..
Bahwa cinta untukmu sangatlah..
— N Y A T A –
Hmmm———-
——————–

Harumnya Napas Cinta

Haruskah aku menangis..
Dikala indahmu bukan lagi untukku..
Haruskah aku menjerit..
Dikala cahayamu tiada lagi
menghangatkanku..

Masihlah kudengar suaramu..
Menggema memanggil namaku..
Hingga aku melamun melayang jauh..
Terkenang disaat kita bersama
Berlenggok dan bersenandung lagu
sayang..

Harum sungguh napas cinta.
Bagai melati putih diterpa mentari..
Indah sungguh lukisan sayang.
Hingga aku percaya disetiap ucapan..

Kau berikan sayang..
Kau dendangkan rindu..
Dan kau bukakan pintu cinta untukku..
Hingga jiwaku terhanyut dan tenggelam
Dan tiada ingin terpisahkan..

Bila kata cinta dapatlah aku tuliskan
Niscaya tiadalah cukup air laut
untuk kujadikan tinta..
Bila kata rindu dapatlah kijilidkan..
Niscaya tiadalah cukup lembaran
daun daun untuk aku jadikan buku..

Karena cinta sangatlah agung bagiku..
Begitu besar harapku..
Begitu suci cintaku..
Namun mengapa masih juga ragu..

Haruskah kita berpisah..
Sedang tanpamu hidupku tiada guna..
Ataukah aku melepas nyawa dari raga..
Hingga hilang sakit yang menyesak..
– D A D A –
Hmmm——-

Bertunai Cinta Di Martapura

1490167612350

Perahu klotok melaju sudah..
Membelah riak sungai martapura..
Dingin membeku tersiram halimun pagi..
Berhangat dara sama bersedih..

Usahlah berkecil hati..
Akan asmara yang tiada rela..
Karena laju cintaku tiada akan terhenti..
Untuk bertunai janji hidup bersama

Tangan bergandeng satu genggaman..
Jemari terikat hati berkait..
Tiadalah punah perasaan sayang..
Walaupun bumi luluh terpijak langit..

Batik sasirangan samalah indah..
Berpadu intan juga permata..
Tiada hasratku untuklah berulah.
Melangkah cinta dengan hilang do’a..
Darilah restu peneduh kita..

Lok baintan sangatlah ramai..
Berjajar perahu kumpul berdagang..
Namun tanganku tiadalah melepas
genggaman..
Akan takdir cintaku..
Bidadari martapura yang slalu aku
sayang..

Perlahan senja merah tenggelam..
Berpangku sang dara menatap sungai..
Bilakakah cinta membawa keindahan..
Mengapakah kabut hitam tiada jua
lepas menghalang sayang

Perahu terapung berpayung purnama…
Melaju perlahan dibentang martapura..
Berhangat dara dalam dekapan mesra..
Dan berharap ujian cinta..
Akanlah bertunai..
– B A H A G I A –
Hmmm…………….
—————

Mawar Ataukah Melati

Pasrahlah sudah hati dan jiwa..
Dikala kau ikat hatiku..
untuk menjadi abdi setia..
Hingga bagaikan sebuah mimpi yang
menjadi nyata..
Disaat kita bersandingcinta..
Yang bertahta disinggasana..
Sebagai Ratu dan Raja..

Kurajut sudah benang cinta..
Kuhias siang dengan sayang..
Ku ukir malam dengan kebahagiaan..
Namun dihatimu..
Mengapa masihlah menyimpan satu
kembang..
Dari cinta pertama..
Yang masihlah engkau rangkai.

Aku akui..
Bahwa aku bukanlah yang pertama..
Yang menghiasi indahmu dalam bercinta..
Namun bagiku cinta sangatlah
istimewa..
Hingga putihnya cinta..
Tiada kuingin menjadi ternoda..

Begitu besar sayangku..
Begitu tinggi cintaku..
Hingga tiada kuhirau segala omongan..
Bahwa cinta yang aku dapatkan..
Hanyalah untuk pelarian..

Mungkin aku tiada seindah bunga
mawar..
Yang bermekar dihatimu..
dengan berjuta pujian..
Namun janganlah kau abaikan
cintakuyang seputih melati..
Yang tiada akan menggores hatimu
dengan tajamnya..
– D U R I –
Hmmm——-
————

Srikandi Yang Terluka


Tiada hasratku menjadi perkasa..
Melebihi kodrat yang aku terima.
Berpacu tiada mengenal waktu.
Berkarya tiada mengenal lelah..
Hingga lelapku terkadang tiada lena..

Tiada kuhirau rintik hujanmembasah
Ataupun merana tersayat duka..
Namun mengapa engkau terus curiga.
Hingga cerca haruslah slalu kuterima.

Bila bukan karena sayang..
Tiadalah ingin aku berjuang..
Bila bukan karena cinta..
Tiadalah kugenggam kata setia.
Walau terkadang goda senantiasa
menyapa..

Janganlah terus berkata kasar
Dari lemahku yang ingin meringan
beban..
Janganlah terus menyakiti..
Beringan tangan dan berbagi hati..
Karena aku jadi begini..
Hanyalah untuk tersenyum dalam
mahligai yang suci..

Bukan tiada lelah aku berkarya
Menumpuk harta yang hanya
sepenggalhasta..
Namun apakah salah aku menggapai
cita..
Yang bukan hanya untukku..
Namun untuk kita bersama..

Biarlah gunung memancar bermuntah
magma..
Biarlah air laut bertahta diatas
daratan..
Namun cinta dihatiku tiada akanlah
goyah..
Yang akan mengabdi untuk satu
cinta..
Yaitu dirimu..
yang singgah untuk takdir..
– C I N T A K U –
Hmmm————-
————–

Janganlah Membuatku Menangis

Ketika rindu telah terabaikan..
Ketika perasaan sayang telah
terbuang..
Lalu engkau datang kembali.
Mengusik lelapku..
Yang telah mengubur mimpi..
Akan dirimu yang melupa janji..

Mungkin cintaku ini tiada arti.
Karena dihatimu aku hanyalah
butirandebu yang mengotori pori..
Hingga ketulusan cinta yang aku
miliki..
Seakan tiada pantas untuk seirama
dalam menapak mahligai nan suci..

Bukan tiada goda aku melangkah..
Dan bukan pula tiada hati..
yang pernah singgah dan menepi..
Namun kepahitan yang pernah aku
terima..
Bagai slalu bertahta didalam dada..
Dan sungguh aku tiada ingin
kembaliterluka..

Namun mengapa kini kau datang..
Untuk memupuk kisah yang kusam..
Hingga hatiku bimbang..
Entah aku harus berpaling..
Ataukah membentang tangan..
Walau getar hatiku masihlah
menyimpansayang..

Bagai kuntum bunga yang bermeka
ditanah gersang.
Yang tersiram embun dikala pagi
menjelang..
Hatiku bimbang..
Ragaku gemetar..
Disaat tanganmu kembali berpegang.
Dan engkau berbisik mesra dengan
berkata sayang..

Janganlah terus menyakiti..
Karena akupun punya hati..
Namun ketahuilah bahwa cinta
sucikuhanyalah sekali..
Dan tiada akan pernah berganti..
Yaitu itu untukmu..
Yang slalu aku..
– R I N D U –
Hmmm———

Nyatakanlah Cintamu

Entah berapa batang rokok terbakar
Kuhisap dalam dan kubuang..
Namun resah dihatiku kian menyulam
Akan rinduku yang tiada juga bertunai.

Tiadakah lagi melodi yang tercipta
Yang mengiring tingkah mimpiku
dikalapejam mata..
Ataukah telah memudar cahaya cinta
Dari ikrar janji untuk tiada perna
terpisah..

Kini rinduku telah terantai..
Sayangku tellah terbelenggu..
Hanya resahku bersandar pada
gulingkecil yang membisu..
Yang kau berikan dihari ulang
tahunku..

Tiada indahkah lagi rupaku..
Tiada maniskah lagi senyumku..
Hingga dimimpi pun engkau tiada
lagiingin bertemu..
Entah sampai kapan aku bersabar..
Sedang cinta dihatimu kian berlalu
pergi..

Ingin rasanya aku menjerit..
Melepas rasa rindu yang kian
menghimpit..
Ataukah aku terus menangis..
Akan sayangku yang kian terkikis..
Sungguh aku rindu..

Tiada kuharap sebongkah berlian..
Untuk kau berikan sebagai tanda
sayang..
Namun cukuplah setangkai melati
yangbermekar..
Untuk penawar kelamnya hatiku
dalamkerinduaan..

Tiada kuingin kau dekap berjuta
bintang..
Untuk menerangi langkah kita
mencapaikebahagiaan..
Namun cukuplah lilin kecil yang
tiadapernah padam..
Dari cahaya lilin cintamu yang
slaluaku..
– D A M B A K A N –
Hmmm—————
—————–

Janganlah Kau Berdusta

Hilanglah indah kicau simurai..
Yang bertahta diatas rindangnya
dahan..
Dikala riangmu tiada lagi kudengar
Dikala senyummu tiada lagi aku
pandang..
Dikala cintamu tiada lagi berucap
sayang..

Masihlah kusimpan rindu..
Masihlah kugengggam sayang.
Dan masih kurasa hangatnya dekapan
Namun mengapa kini.
Jiwaku bagai terbakar teriknya
matahari..
Dikala rindangmu tiada meneduh aku
lagi..

Begitu besar harapku..
Untuk slalu menjadi abdi setia..
Begitu tinggi janjimu..
Untuk slalu bersama mengarung
samudracinta..
Seiya sekata dalam jalinan asmara.

Kau ikat sudah cintaku..
Dilembah hatimu dengan tali setia.
Dan kurelakan sudah hidupku..
Untuk bersatu dibawah atap
mahligaiyang indah..

Namun mengapa kepercayaanku..
Kau balaskan dengan tinta kecewa..
Hingga butiran air mata haruslah
akuterima..
Entah apa yang harus aku lakukan..
Sedang keluhku tiada lagi engkau
hiraukan..

Aku rindu cahaya cintamu..
Seperti disaat pertama kali bertemu..
Aku rindu kejujuranmu..
Bukanlah dusta dibalik kata..
– S E T I A –
Hmmm’——–
—————–

AKU MASIH SETIA

Entah apa yang terjadi dalam hidupku?. Jalan dalam benakku hanya searah, getar dalam jiwaku hanya senada, hatiku telah tersesat dalam rimba cintamu yang memikat.

Ini pertama kali dalam hidupku, hatiku menjadi gila dan gelisah, hingga dikala malam datang hanya dirimu yang terkenang.

Lagi lagi engkau menggoda, engkau mengusik tidurku dengan canda, hatiku menjadi gelisah, anganku menjadi resah, hingga walaupun kututup wajah dengan tangan terbuka, senyummu tiada sirna dari cahaya dibibir mata.

Mataku seakan slalu melihat bayangmu, berputar dan menari untukku, telingaku seakan slalu mendengar, suara merdu dari nada cintamu, hingga disetiap putaran waktu, senyummu tiada pernah lepas dari ingatanku.

Sayangku telah menepi dan tiada ingin berlayar lagi, hatiku telah tercuri dan tiada ingin berlalu pergi, kiranya aku telah jatuh cinta pada dirimu yang kini menjadi idaman jiwa.

Kini sayap sayap cinta telah membentang dihamparan bukit keindahan, hingga walaupun hanya kekejap kita berbincang, namun kuyakin hatimupun berkata
– S A Y A N G –