BUAH DARI CINTAKU

Tiada hasratku untuk merantai, akan kebebasan yang engkau
inginkan. Bukan pula membatasi dirimu untuk berkawan,
karena masa muda bukanlah hanya untuk mencari senang,
yang hanya berfoya dan tertawa sampai tiba ujung malam.

Busungkan dadamu, hingga bila ada badai yang menerpa,
engkau tiada terhanyut dalam derita. Teguhkan imanmu,
hingga langit yang engkau pijak, tiada membuatmu melayang
dalam kesombongan, karena ada harapan yang akan Ă©ngkau
gapai, harapan yang teramat suci untuk dirimu, keluargamu
dan juga negaramu.

Gapailah harapku setinggi citamu, dan janganlah gugur
sebelum waktu. Mungkin raga ini akan sangatlah letih,
namun jangan biarkan jiwaku menjadi perih, karena kelak
kau akan berpijak dengan kakimu sendiri, namun segala
do’a dan harapku, akan slalu mengiring langkahmu, dalam
mendaki tangga peruntunganmu.

Aku tiada berharap akan segala balasan, namun senyumanmu
akanlah menjadi kebanggaan, kini ragaku akan menyusut
dan rapuh, namun jangan kau buat harapanku runtuh.

Maafkan bila disepanjang usia, aku tiada dapat membuatmu
menjadi sempurna. Namun raga dan jiwa tiada akan pernah
lelah, menjadi payung untuk teduhmu, dari teriknya cahaya,
yang akan membakar peruntungan hidupmu didunia.

Engkaulah belahan dari jiwa, yang menjadi buah dari
sucinya cinta, hingga aku dapat merasa, dengan apa yang
bergejolak didada, dan janganlah kau simpan derita,
bila tiada ingin aku menitikkan
– A I R M A T A –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *