TITIAN RINDU BINTANG HATIKU

13920874_1072342946181888_7308415033135143890_nColorSplasher

Ketika napas rindu telah mengharum istana qholbu, hanya naluri yang bergejolak dikancah hati, dari sebuah harapan yang terkunci, untuk sama bahagia dalam meniti tangga kasih.

Kusebut namamu disetiap bait do’aku. Kurenung parasmu disetiap jengkal helaan napasku, dan kudekap rindumu dari setiap hentakan aliran darah dalam urat nadiku, karena telah kudengar suara, yang menggema mesra direlung jiwa, yang seakan memanggilku pulang, untuk sebiduk kasih dalam buaian sayang.

Sehingga dengan tiada api hatiku terbakar, oleh bara rindu yang menghangus pikiran. Dengan tiada meminum arak aku telah mabuk, oleh pesona cinta yang engkau suguhkan.

Duhai sayang.
Entah rahasia apa yang tersimpan dalam debaran, sehingga disetiap sudut sepiku, hanya parasmu yang melekat dalam ingatan, sehingga laksana mendulang intan, engkau hiasi kehidupanku dengan berjuta kebahagiaan.

Karena engkaulah kesempurnaan dalam hidupku, cahaya terang disetiap kancahku meniti kehidupan, sehingga walaupun detak nadiku terhenti, niscaya cinta untukmu tiada akan berkurang.
Maka mintalah semua yang engkau inginkan, niscaya nyawapun akan kuberikan, karena sesungguhnya duniaku telah menjadi milikmu, dan hatikupun akan menjadi berduka, manakala cinta kita harus terpisah.

Duhai kasih.
Tiada akan terhenti derap hati, untuk slalu menjelajah bumi kasihmu yang abadi, karena aku mencintaimu, dan mungkin lebih dari yang engkau bayangkan. Sehingga walaupun perahu rindu, telah jauh tergayuh dari dermaga hatimu, namun napasku akanlah slalu menderu laksana derap kuda yang berpacu, yang berlari riang menyusuri bukit rindu. Sehingga tiada mungkin aku rela, bila sehelai rambutmu akan terjatuh, ataupun setetes darah akan mengalir, yang akan membuat hatimu terluka.

Duhai sayang?.
Aku tiada peduli bila lentera langit menjadi padam, asalkan purnama cintamu tiadalah menjadi redup dan temaram. Karena engkualah kekasihku yang menyayangimu tanpa batas, karena engkaulah pujaanku yang mengasihiku tanpa henti, sehingga tiadalah mungkin aku berpaling dari masa yang indah, dengan memberi senyum, kepada cinta yang terlalu asing untukku jelajah.
Maka lihatlah beningnya mataku, yang tiada pernah menyimpan dusta untuk cintamu. Lihatlah ranumnya bibirku, yang telah basah oleh berlembar do’a, dari sebuah pengharapan untuk cinta tiada terpisahkan, dan dengarlah kidungku, yang slalu bersenandung rindu, untuk dapat rebah dan bersimpuh dipangkuan hatimu, karena walaupun seribu kehidupan berulang, niscaya kesucian cintaku hanyalah untukmu seorang.

Dan telah engkau pahami, bahwa kembaraku bukanlah karena tiada menyayangi. Namun untuk sejengkal harapan, untuk sama bahagia dalam berkasih sayang

Ya tuhan.
Janganlah bangunkan aku dari mimpi indahku, sehingga pertarungan bathinku dikancah rindu, tiada membawa kepedihan pada jalan cintaku, karena cintaku bukanlah kesesatan, dan tiada mungkin akan membawanya kepada cinta yang
– M E N Y A K I T K A N –

Tinggalkan Balasan