NERAKA CINTA

Ketika telaga kasih tiada lagi menjadi jernih, keruh dan memerah laksana darah. Disaat itulah jiwaku berenang dalam kepedihan, manakala kesucian cinta telah menjadi lemah, tertikam belati dari murka sang pemuja duniawi. Begitu dahsyatkah lidah berbisa meracuni jiwa, sehingga dibibir rumah tuhanpun aku terbenci dan tercaci. Sedang purnama diujung pedang masihlah nampak keindahan, walau rembulan penuh … Lanjutkan membaca NERAKA CINTA