ISYARAT CINTA DIMALAM YANG GULITA

KIOMIA ALMI NOVANTO
1494426964590

Ketika angin malam mendesau lirih. Hatiku menangis dilelap bisu. Jiwaku meratap dipelataran rindu. Hanya tetes embun yang membasah, menitik diputih lembaran hati, dan menoreh tinta rindu pada lukisan paras imajinasiku.

Napas rinduku menderu, mendekap dingin singgasana qalbu. Senandung cintaku menggema, menggetar syahdu alam maya. Dan kesedihanku berlalu, manakala kehadiranmu telah mengusik tidurku dimalam bisu.

Mungkinkah ini sayang?, atau naluriku yang terlalu jauh berkhayal. Namun sejujurnya harus aku katakana, tiada kebimbangan dalam hatiku, ketika pautan kasih telah bersandar dibahu cintamu. Karena tiada mungkin lelapku menjadi berjaya, manakala indahnya senyummu tiada nampak diujung mata.

Karena hatiku telah mengembara, berlari dan mendaki dipuncak nirwana. Jiwaku terpedaya, terpasung rindu pada cinta diluar logika. Sehingga laksana sayap kupu kupu yang berterbang menari diantara kuncup bunga yang bermekar, alam mimpiku menjadi indah, tersiram aroma kebahagiaan.

Duhai tamu impian?.
Entah pantaskah aku berkata sayang, sedang engkau hanya datang disaat aku terlelap dihening malam. Entah pantaskah aku cemburu?, sedang dikala tiada nampak parasmu, jiwaku laksana hutan pinus yang hangus terbakar, ranting hatiku kering dan berserak diantara debu debu rindu yang berterbang.

Duhai sayang..
Malamku bisu dikala tiada kulihat senyummu. Siangku hampa, manakala tiada kudengar celotehmu yang mesra. Karena eloknya parasmu telah menari dilentik bulu mataku, dan tiadalah akan menjadi sirna, walau sang fajar telah membuatku terjaga.

Sehingga tiadalah mungkin, isyarat cinta kita menjadi kesusahan. Karena cintaku telah bersemedi dihanggar kasih, dari indahnya persembahan cinta, yang membuat alam mimpiku menjadi berbunga.

Karena bila saja malamku tiada berganti siang, niscaya waktu yang bergulir panjang, akanlah kurengkuh mimpiku sampai diujung penghidupan. Sehingga tiada hari indah yang tersisa, untuk cinta kita terajut dalam bahagia.

Duhai sayang.
sesungguhnya cintaku telah bersemedi kepada eloknya parasmu, yang senantiasa bercahaya, menerangi pekatnya alam mimpiku. Sehingga laksana purnama yang bersembunyi dibalik mega, samarnya isyarat cintamu tetaplah indah.

Karena engkaulah tamu impian, pijar cahayaku dilelap malam. Engkaulah tamu yang tiada kuinginkan, namun hatiku sangatlah takut untuk kehilangan. Sehingga laksana perahu yang melaju tanpa layar, jiwaku terombang ambing diterpa gelombang kebimbangan.

Ya allah..
Lindungilah diiriku dari cinta yang membawa petaka, sehingga cinta yang aku impikan, tiadalah menjadi sebuah khayal yang tiada sanggup aku wujudkan. Dan janganlah engkau membuat bumi cintaku menjadi hampa, manakala teratai mimpiku menjadi kering dan tiada
– B E R B U N G A –

Tinggalkan Balasan