Dibawah Restunya Tuhan

1490165878250

Sejak harapan tidak lagi tersenyum
Bermuram dicelah kerinduan..
Bermanja dilorong kehampaan.
Bagai angin yang berhembus..
Mematah dan memecah..
bitiran kapas yang perlahan
terhempas.
Hatiku melayang dengan berjuta
keinginan.
Namun aku tersesat.
kepada harapan yang bersimpang
dari tujuan..

Inilah diriku..
Yang hanya mampu bermimpi..
Inilah kidungku.
Yang hanya menepi kedalam nyanyian
surgawi..
Dan inilah penderitaanku..
Yang menjadi layu oleh ganasnya
murka duniawi.

Maka janganlah cuma melihat cinta.
Dari aksara yang terbaca oleh mata
Karena sesungguhnya..
Hatiku kering..
Laksana ranting patah yang lapuk
usia..
Djiwaku merana.
Laksana kuntum bunga yang hilang
aroma.
Hingga bagai kitab cinta yang
telah hilang aksara..
Hatiku terlelap dalam gulana.

Bila saat ini aku masih sendiri..
Bukanlah aku tiada rindu untuk
berkasih..
Namun untuk hati yang dibekali
iman.
Tiadalah akan mencari pasangan.
yang bukan dari restunya tuhan.

Bukan tiada kuinginkan.
Tilam sutera berpagar berlian..
Bukan pula tiada kuimpikan.
Istana megah gemerlap bintang.
Namun bila cinta yang diharapkan.
hanya seikat padi yang penuh rebah
berisi.
Ataupun sekeranjang anggur yang
merah dan ranum..
Niscaya apalah guna..
Bila lelapku dilanda gelisah.

cintaku tiada tumbuh liar seperti
ilalang.
Sayangku tiadalah bersemi pada
ranting yang tumbang.
Karena sesungguhnya..
Senandung surgalah yang menuntun
sayap cintaku terbang.

Perih rasanya..
Disaat melihat semua orang bersenang
bermanis dan bermanja..
Meninggalkan semua kesedihan.
Mengubur semua kedukaan.
Namun nasib cintaku..
tiada seberuntung dengan mereka..
Yang menjadi harum..
dengan sesama pasangannya. ,

Bila suatu ketika kutemukan halal.
untuk pasangan berkasih sayang..
Niscaya cahaya cintaku..
Tiada akan bersinar untuk cinta
yang lain.
Namun hanya kepada satu cinta.
yang untukku mengadu.
Hingga takdir menuntun jalanku..
Pada rebahnya usia disenjaku..

Aku berseru kepada sang penguasa
langit.
Aku meratap dan menjerit kepada
Megahnya cakrawala.
Dan aku meminta.
Agar djiwaku tiada dipenuhi kebencian..
Akan hujatan.
Akan cemoohan.
dari orang orang yang tiada
mengerti Akan ketidak berdayaan..

Yaa. Allah..
Kusebut namamu..
Seperti mantra yang melelap
tidurku..
Kupilih jalanmu.
Karena kutau engkau tiada akan
menyesatkanku..

Maka janganlah engkau pertemukan
aku..
Dengan hati pendusta.
yang bersembunyi pada paras mulia.
Yang membuat layar cintaku menjadi
surga..
Namun hatiku..
laksana sekam yang terbakar bara
– N E R A K A –
Hmmmm——-

Tinggalkan Balasan