Patahnya Jalinan Kasih

Entah berapa lama aku harus
menunggu..
Tiada cukupkah seminggu..
Ataukah sebulan.
engkau menguji setiaku..
Sedang dirimu..
Sedang cintamu.
semakin jauh meninggalkanku..

Inikah cinta yang engkau janjikan?..
Inikah sayang yang engkau bisikkan?..
Sedang mimpipun.
Telah engkau penggal sebelum fajar..
Hingga tiada lagi indah yang aku
rasakan..

Kucoba bertahan..
Namun hidupku semakin tenggelam.
kedalam danau kehancuran..
Kucoba meronta..
Namun hasrat cintaku.
semakin bergejolak didalam djiwa..

Tertutupkah sudah pintu hati?..
Ataukah tiada pantas lagi aku menyayangi..
Hingga engkau tega..
Membinasakan semua mimpi..

Mungkinkah ini kebodohan..
Atau hanya.
gelembung mimpi dikala siang..
Hingga ketulusan..
Hanya engkau anggap bualan..
Hingga kesetiaan..
Hanya menjadi kanvas penghias
lukisan..

Tiada kusesal telah menyayang..
Karena engkau..
Telah melambungkan djiwaku dari
kehampaan..
Namun janganlah patahkan..
jalinan kasih yang telah rindang..
Karena hukuman ini telah.
membuat djiwaku terguncang..

Duhai sayang..
Aku tiada peduli..
Bila langit runtuh menghimpit..
Dan tiada kugentar.
Bila cemeti langit..
Menampar menghangus badan.

Namun janganlah..
diriku engkau tinggalkan..
Namun janganlah..
Sayangku engkau abaikan..
Karena sesungguhnya..
Telaga rinduku tiada akan pernah.
– K E M A R A U –
Hmmm————-

Tinggalkan Balasan