Gaun Cinta Yang Ternoda

Ketika perahu kesetiaan..
Telah engkau tampar..
Dengan badai kecurangan..
Runtuhlah sudah naluri kasih..
Hanguslah sudah mutiara sayang.
Hanya kepedihan yang mengambang.
Dari pecahnya..
Mahkota cinta yang diagungkan..

Engkau adalah kekasihku.
cermin dari cantiknya riasku..
Engkau adalah pujaanku..
Hamparan permadani dari indahnya
lenggokku..
Namun mengapa..
Engkau coreng arang dusta.
pada putihnya gaun cinta..
Hingga ikrar untuk janji setia.
Kini menjadi hangus dan binasa..

Hatiku bukanlah karang..
Yang dapat menahan murkanya gelombang.
Cintaku bukanlah batu.
Yang terlalu kuat..
Untuk menahan beban dari dustamu..
Namun hatiku hanya butiran debu..
Yang ingin menjadi tembikar indah..
Untuk hiasan cinta dalam hatimu..

Duhai sayang..
Cintaku bukanlah boneka belian..
Yang dapat kau campakan.
dikala hilang keindahan.
Sayangku bukanlah banyolan..
Yang dapat berakhir.
dikala pentas telah usai..
Namun cintaku adalah berlian.
Yang slalu menjunjung tinggi.
dari arti sebuah kesetiaan..

Entah sampai kapan aku begini..
Berpijak rindu pada hati yang pedih..
sedang indahnya purnama yang engkau
janjikan..
Hanya murka naga..
Yang menggelar memecah hening.
Di gelapnya malam..

Kutelan pedih walau hati merintih..
Kurengguk pahit walau hati menjerit..
Namun bayangan nista dari lembaran
dusta..
Telah jauh merasuk kedalam djiwa..
Hingga bagai menelan kopi pahit..
Yang kurengguk perlahan..
Cintamu mengalir di hentakan nadi.
dengan sangat menyakitkan..

Maafkan aku..
Yang terpaksa harus menutup jendela
hati untuk cintamu..
Dan maafkan..
Bila aku tiada mampu bertahan..
Dari panasnya bara pengkhianatan..
Yang engkau kobarkan..

Karena menara kasihku telah runtuh..
Karena mutiara sayangku telah hangus.
Dan maafkan.
Bila penyesalan..
Tiada akan dapat membalut hatiku..
Yang kini telah hilang..
– K E P E R C A Y A A A N –

pondok%20aren-20161016-00164color%20splasher

Tinggalkan Balasan