Hanya Teratai Mimpi

pondok%20aren-20161016-00166color%20splasher

Kudayung sudah perahu kayu..
Untuk menyusuri rimba duka ..
Dari sungai cintamu yang keruh..
Duka dari sayang yang terbuang..
Duka dari cinta yang terabai.
Hingga kisah asmara..
menjadi berakhir dengan
menyakitkan.

Engkau yang telah membuka..
Gerbang hati untuk cintaku.
Engkau yang telah membimbing aku.
Untuk menikmati megahnya istana
sayangmu..
Namun mengapa..
Badai salju membekukan mata hatimu
Hingga musim semi dari cintaku..
Kau paksa kemarau sebelum waktu..

Habiskah sudah kayu terbakar..
Yang bersusun rindumu..
Dari hangatnya lelapku dikala
malam..
Hingga hanya arang duka yang
melukis noktah cinta.
Pada dinding hatiku yang kini
merana..

Begitu keraskah hatimu..
Begitu tinggikah egomu.
Hingga tiada merasa iba.
Akan gejolak hatiku yang tersiksa.
Hingga bagai secangkir kopi pahit.
yang kurengguk perlahan.
Cintaku mengalir berulang dalam
kesenduan..

Tiadakah lagi perasaan sayang..
Dari pelangi rindumu yang slalu
aku impikan..
Sedang sayap kupu kupu dalam
hatiku.
Masihlah mengharap..
manisnya sari madu dari cintamu..

Duhai sayang..
Aku tiada meminta.
Gemerlap cintaku bagai pesta
bintang..
Namun cukuplah hiasi rongga
djiwaku..
Dengan kerlipan kunang kunang..
Yang menerangi hariku dengan
cahaya keindahan..

Duhai cintaku.
Entah sampai kapan hatimu membatu.
Sedang sayangku.
Masihlah berayun.
pada indahnya purnama cintamu..
Sedang rinduku..
Masihlah sebening embun pagi..
Yang mengalir indah.
Diatas teratai..
– M I M P I –
Hmmm———-

Tinggalkan Balasan