Terjerat Cinta Sang Primadona

img-20161111-wa000color%20splasher
Rasanya aku tiada mampu terpejam..
Dikala lenggokmu yang gemulai..
Telah menggetar hatiku dengan nada
sayang..
Hingga bagai terbenam kedasar lautan.
Engkau memberi napas baru..
pada jalan cintaku yang kusam..

Entah apa yang harus aku katakan..
Akan rasa kagumku yang begitu
mendalam..
Haruskah aku terdiam..
Dengan menipu perasaan hati..
Sedang sayang untukmu begitu tinggi.

Bukan karena rupa aku jatuh cinta..
Bukan pula karena suara aku tergoda..
Namun pesonamu..
yang berkilau bagai permata..
Yang membuat hatiku tiada berdaya..

Engkaulah sri panggung..
Yang telah membuat..
bongkahan rinduku menggunung.
Engkaulah primadona..
Yang telah mencuri hatiku..
Hingga aku hilang malu.
untuk berkata cinta..

Kau sulam cinta..
dengan pandangan mata..
Kau rajut kasih..
dengan merdunya simpony..
Hingga bagai kijang liar ..
yang berlari riang berlompatan..
Engkau membuat gemuruh..
pada setiap hati yang memandang.

Ingin rasanya aku terbang.
Untuk memetik mekarnya bunga
diujung dahan..
Dan aku selipkan.
Kepada rambut panjangmu yang
terurai.
Sebagai tanda..
akan perasaan sayangku yang
mendalam..

Kini hatiku telah tersesat..
Kedalam alam cintamu yang memikat.
Djiwaku telah terjerat..
Oleh senyum manismu yang mengikat.
Hingga bagai lingkar purnama..
Cahaya cintamu telah mengendap..
Pada celah hatiku yang hampa akan..
– C I N T A –
Hmm—————–

Tinggalkan Balasan