Api Cinta Madu Asmara

Ketika engkau membuka gerbang hati untuk sebuah kasih sayang yang tiada pernah aku relakan, disaat itulah aku menyadari, bahwa aku telah berdiri pada tebing yang tinggi, lalu terperosok dan terjatuh pada lubang duka yang pedih. Begitu kejikah hatimu, menyiram gelembung do.a dengan percikan noda, lalu engkau gilas hatiku dengan derita, engkau siram dan engkau bakar … Lanjutkan membaca Api Cinta Madu Asmara