Sentuhlah Hatiku Dengan Cintamu

pondok%20aren-20161016-00158color%20splasher

Harus berapa lamakah aku bersabar.
Untuk menanti rindu..
yang menggantung akan harapan..
Rindu yang berkilau..
bagai gemerlap bintang..
Rindu yang mengharum..
bagai mekar bunga dikala pajar.
Namun rindu ini pula..
Yang mencabik hatiku dalam kepiluan..

Bukan tiada cinta yang singgah..
Dikala engkau kelana..
Bukan tiada sayang yang menepi..
Dikala hati terpasung dalam bingkaisunyi..

Karena cinta untukmu..
Telah rindang dan berakar.
Hingga tiada mampu tergoyah..
Walau diterjang hembusan angin goda.
yang seakan mencabik kesetiaan..

Kuakui..
Bahwa engkau bukanlah yang pertama
Yang menghiasi beranda kasih..
Karena kelamnya asmara..
Telah pula mengoyak rasa dihati..

Namun janganlah engkau terus menguji.
Akan kokohnya pagar setiaku ini.
Yang tiada akan pernah tumbang…
Walau rasa rindu ini terus merejam

Duhai sayang..
Bila sampai saat ini aku masih sendiri..
Bukanlah karena aku tiada mampu
untuk mencari pengganti..
Karena kuyakin..
Putihnya cinta kita..
Pastilah akan bertunai bahagia..

Kini..
Biarlah jasad tua menjadi merana..
Ataupun djiwa menjadi mati berduka..
Asalkan beningnya cinta tiada ternoda.
Asalkan tingginya sayang..
Tiada engkau patahkan dan menjadi
– T U M B A N G –
Hmmm————–

Tinggalkan Balasan