Cintaku Berpagar Duri

img-20161001-00090color%20splasher

Ketika hati menjadi resah, berpangku rindu idaman kalbu, hanya jiwa hampa kelana, terseok dan tertatih menyusuri rimba cinta yang berduri.

Rasanya tiada kupercaya, disaat buminya hati sedang merintih, disaat langitnya jiwa sedang temaram, secercah cahaya datang menggumpal, menerangi lorong hati yang pekat menghitam.

Hingga disetiap detak waktu yang berayun, gelora hati kian mengguncang, mengalun syimponi akan napas kerinduan, rindu yang tiada kumengerti, rindu yang tiada aku pahami, rindu yang tiada kuinginkan untuk berlalu pergi.

Andai saja cinta ini tiada berpagar, niscaya tiada kuragu untuk bersama sedayung sampan, karena engkaulah purnama yang menerang jiwaku dikala gulita, karena engkaulah dermaga tempatku bercurah hati dari curamnya jalan cintaku yang pedih.
Bukan tiada kutau!, akan mahkotamu yang terpagar duri, bukan tiada aku mengerti, akan tahta cintamu yang tinggi, namun gelembung sayang telah terlanjur bermain dalam ingatan.

Hingga bagai pesta kembang api, yang meroket membelah pekatnya gelombang mega, pelangi cintaku pecah dan menyala, lalu melayang dan terjatuh kedalam rimba asmara yang menggoda.

Duhai sayang?..
Hatiku telah terjerat pada kail hatimu yang mengikat, jiwaku telah tertambat pada senandung rindumu yang memikat, hingga tiada kuasa aku meronta untuk melepas rantai sayang, dari lembutnya cintamu yang tiada kurela untuk
– B E R L A L U –

Tinggalkan Balasan