Serupa Tetapi Tiada Sama

Ketika kulihat rupamu..
Ada seberkas rindu..
Yang menggelayut dalam hatiku.
Ada secercah sayang..
Yang menari dalam ingatan.
Hingga anganku melayang..
Terhempas jauh kemasa silam..

Engkau bukanlah takdir cinta.
Namun rupamu.
Telah membangkitkan kenangan lama..
Engkau bukanlah pilihan hati..
Namun senyum indahmu..
Telah membakar djiwa mudaku kembali..

Ranting rinduku yang telah patah..
Bukanlah mengering karena senja.
Bingkai cintaku yang telah hancur.
Bukanlah pecah karena terbentur..
Namun hujan diteriknya sang surya.
Telah membuatku membanjir airmata.
Karena jejak cintaku..
Kini telah jauh entah kemana..

Maafkan aku..
Yang telah berlabuh..
Kepada indahnya dermaga hatimu..
Maafka aku..
Yang telah membuatmu..
Menjadi cermin dari masa laluku..
Dan maafkan aku..
Bila kini harus terbang..
Setelah hati dan djiwamu tertawan.

Bukannya hatiku tiada terbakar..
akan bara cinta yang menyala..
Bukan pula djiwaku tiada tenggelam..
Pada indahnya palung asmara..
Namun symponi indah dari kisah lama..
Tiada mampu kutepis, kubuang dan
terlupakan..

Sungguh aku menyayimu..
Namun aku tiada mampu untuk
mencintaimu..
Sungguh aku merindukanmu.
Namun aku tiada dapat merantai kasih.
Dengan lembutnya jemari cintamu..
Dan maafkan..
bila kini aku harus berlalu..
Dari indahnya..
– M I M P I M U -.
Hmmm————

Tinggalkan Balasan