AKU RINDU PURNAMA DARI SANG PENEDUH JIWA

Ketika hati telah tergoda. Berlayar dan berlabuh kepada indahnya pelangi asmara. Niscaya ia akan terlupa pada pelataran hati, yang slalu mengiring langkah, dengan tiada henti melepas do,a. Papa?.. Janganlah gejolak bahtera, kau sirami anakmu dengan percikan cerca. Hingga aku terlunta, tersandung pilu dilembah nestapa.. Papa?… Engkau yang membimbingku untuk slalu bermoral, namun jangan engkau paksa … Lanjutkan membaca AKU RINDU PURNAMA DARI SANG PENEDUH JIWA