Napas Cinta Sang Peneduh Djiwa

Serpong-20160627-00178Color%20Splasher
Entah apa yang terjadi pada hatiku
Segumpal kasih..
Telah menumbangku ke jalan lirih..
Sebongkah sayang..
Telah memuncak mencakar kerinduan.
Ketika sebaris senyum..
Telah memecah noktah hatiku..
Yang bersandar sepi pada sudut pilu..

Aku tiada pernah berpikir..
Akan akibat daripada cinta..
Karena aku tau…
Engkau memilihku bukan untuk
menderita..
Yang sekejap mesra..
Namun kini terpasung diistana duka

Aku tiada menyesal..
Telah menjadi kekar karena keadaan
Telah menjadi tegar dikala menantang
kehidupan..
Namun jiwaku rapuh..
Hatiku terbelenggu rantai pilu..
Aku rindu akan cahaya…
Dari lentera kasih sang peneduh
jiwa..

Duhai sayang…
Mataku tiada buta..
Namun sejak kepergianmu..
laju hidupku bagai hilang arah..
Jiwaku tiadalah mati..
Hingga didalam ingatanku..
engkau slalu hidup dan tiada
pernah pergi..

Duhai sayang..
Jauh sudah langkah hatiku berjalan
Menyusuri jejak pilu yang engkau
tinggalkan..
Jejak cinta yang bersimbah duka..
Yang membuat jiwaku tenggelam
Dilautan nestapa..

Rinduku tiada terkendali..
Sayangku kian merobek dinding hati
Bergejolak meronta..
menembus tirai mimpi..
Dan aku terbenam..
Pada belaian kasih..
yang tak mungkin dapat tersentuh
lagi..

Kini…
Lelah sudah aku menangis..
Dengan tiada lagi airmata..
Sakit sudah aku menjerit..
Hingga hilang nada suara..
Namun cintaku slalu bertahta didalam
jiwa.
Bersama do,a..
Yang menggumpal disetiap aliran darah..
Untuk bahagiamu..
Yang kini bersemayam di istana..
– S U R G A –
—————-

Tinggalkan Balasan