Tersayat Asmara


Ketika engkau lepas dari pandang..
Sungguh hatiku sangatlah terguncang..
Bagai hilang surga dari genggaman.
Hatiku bisu..
Terpasung rindu akan belaian..

Entah berapa botol..
Air wisky yang harus aku habiskan.
Untuk menghilang pahit..
Dari goresan asmara yang engkau
Sayatkan..

Karena engkaulah cermin hati..
Tempatku berkaca tentang cinta..
Karena engkaulah dermaga kasih..
Tempatku berlabuh bersandar asmara

Bukanlah hanya karena pesona rupa.
Aku jatuh cinta..
Namun karena keluhuran budimulah
Yang telah membuat aku tergoda..
Hingga disetiap putaran waktu..
Detak hatiiku tiada henti
bertasbih namamu..

Bagai berjalan diantara kabut hitam..
Hatiku tersesat dirimba kerinduan.
Hingga engkau yang begitu dekat
dihatiku..
Namun seakan jauh untuk dapat aku
sentuh..

Cintaku mengalir bening ditelaga hati..
Menyejuk jiwa dalam dekapan asmara
Sayangku bercahaya di candi kasih.
Menerang warna pelangi dilangit jiwa..

Begitu deras hatiku berpacu..
Menyemai rindu akan dirimu..
Karena aku ingin hidup abadi..
Sebagai takdir cinta yang tiada pernah..
– T E R G A N T I –
Hmmm————–

Tinggalkan Balasan