Sedarah Sama Merah

IMG-20160529-WA000

Mengapakah engkau menjadi asing..
Dari cahaya cinta antar saudara..
Sedang darah yang mengalir ditubuh kita…
Berasal dari butiran kasih yang sama..
Sedang kerasnya tingkah kita..
Berasal dari lembutnya belaian
tangan yang sama..

Sayangku seluas tangan membentang.
Rinduku seluas hamparan lautan..
Namun mengapa langkah hati kita..
Tiada pernah searah..
Hingga perselisihan bagai tiada
pernah reda..

Entah apa yang dapat kita banggakan..
Disaat sinis teruslah menghujam…
Entah apa yang dapat kita
pertanggung jawabkan.
Pada peneduh jiwa..
Yang kini telah bertabur kembang
setaman..
Sedang jiwa kita..
Slalu membanjir kebencian..

Hatiku bukanlah sebongkah karang..
Yang begitu congkak menantang
badai..
Yang begitu angkuh…
Walau tertiup dingin hembusan bayu
Namun hatiku begitu rapuh..
Jiwaku ingin berlabuh..
pada dirimu..
Saudaraku…
Yang tiada pernah lepas akan rindu

Entah sampai kapan hati kita membatu.
Sedangkan disetiap bumi yang terpijak.
Slalu kusebut namamu..
Sedangkan disetiap tangisan langit
Slalu kuingat dirimu..

Haruskah aku..
bersujud dan menyembah..
Untuk meraih belaian maaf..
Haruskah kualirkan darah.
Hingga engkau tau..
Bahwa disetiap gelembung merah..
Bergumpal butiran rindu yang tiada
pernah pecah….

Duhai saudaraku..
Kudayung hati dalam kembara..
Bukanlah tiada ingin restu dan do’a..
Namun biarlah aku merenung diri..
Agar jalan panjang yang aku lalui.
Menjadi penawar..
Untuk kita sama membuka hati..
Untuk kembali merantai tangan..
Merajut kembali benang persaudaraan
Yang kini telah…
– K U S A M –

2 Responses so far.

  1. aman mengatakan:

    Ayah makasih ya puisinya,siapapun yg baca,ini kisah hidup keluarga aman.

    • bakotaldino mengatakan:

      Amiiin..
      Insya allah..
      Alhamdulillah respon dari pengunjung blog juga web ..
      Sangat terkesan dgn cerita tersebut..
      Dan tenunya banyak kesamaan dgn kehidupan penikmat kata di web ini..
      Makasih bg aman..
      Telah berenan menjadi inspirator dalam tulisan tsb..

Tinggalkan Balasan