Liontin Kembar

Ketika aku datang..
Disaat engkau menghias bingkai
kehidupan..
Disaat itulah aku mengerti..
Bahwa cintamu telah terhenti..
Dan tiada untukku lagi..

Engkau yang tertawa..
Diantara meriahnya pesta..
Melangkah dan menari..
Dengan bertabur bunga suci..
Namun mengapa..
Masih Kulihat liontin kembar..
Yang berpadu..
Dengan liontin yang aku pakai..

Masihlah kuingat..
Dikala balon gelembung yang kita
tiupkan..
Terbang dan pecah menyiram..
Hingga tiada sanggup untuk mencapai
awan..

Seperti cintamu..
Seperti janjimu..
Yang begitu manis dalam ucapan..
Yang begitu indah dalam pandangan.
Namun terlalu rapuh..
Untuk menahan badai kehidupan..

Bagai bermandi salju..
Hatiku beku..
Bagai menelan pisau..
Jiwaku luka…
Hingga tiada dapat aku menahan..
Butiran kaca yang membasah wajah.
Dikala melihatmu..
Bermandi cahaya dalam gemerlap
pesta..

Mataku memang tiada sempurna..
Namun untuk melihatmu tersenyum..
Aku rela hidup dengan berkacamata.
Walau liontin kembar masih terpakai
Namun cinta bagiku .
Kini telah usai..

Kini..
Biarlah aku pergi..
Meniti jalan cinta yang lirih..
Jalan yang bertopang penyangga..
Jalan Yang terlalu pedih..
Yang bukan tiada ingin melihatmu
bagagia..
Namun aku tiada ingin melihat dusta..
Dari cintamu..
Dari sayangmu..
Yang kini telah menjadi..
– K E L A B U –
Hmmm………..

Tinggalkan Balasan