Dua Cinta Satu Djiwa


Ketika dua cinta satu jiwa..
Sudah tiada lagi menjadi rahasia..
Langit mata menjadi mendung..
Dan hujanpun membasah pipi..
Oleh airmata karena tiada percaya…
Namun rasa pedih..
Sungguh sangatlah nyata..

Engkau yang begitu dekat..
Tempatku bercurah..
Dari segala keluh dan kesah..
Namun mengapa engkau tega..
Merantai kasih..
Dengan dia yang aku sayangi..

Haruskah persahabatan ini berakhir
Disaat kutau..
Tanda merah dibalik urai rambut
terbuka..
Telah membuat persahabatan ini
ternoda..

Mungkin aku yang Salah..
Karena telah terlalu percaya..
Namun mengapa…
Nuansa bening dari sebuah
persahabatan…
Kau percikan tinta asmara..
Hingga membuat hatiku terluka…

Begitu pandai hatimu..
Mencuri mimpi dari tidur malamku..
Sedang satu harapan..
Telah begitu lama aku gantungkan..
Untuk sama meniti..
Hidup bahagia dalam mahligai suci.

Duhai sayang..
Begitu lama kita bangun candi asmara..
Hingga menjulang mengharum aroma surga..
Namun mengapa pondasi hatimu..
Masih berlubang..
Dan menyimpan ruang yang hijau..
Yang untuk sahabatku..
Dan juga menjadi…
– K E K A S I H M U –
Hmmm—————–

Tinggalkan Balasan