Engkaulah Permata Djiwaku

1

Ketika diam menjadi pilihan..
Terasa hidupku bagai tiada
berkawan..
Tiada semilir angin yang menyejuk jiwa.
Tiada purnama yang menerangi hati.
hanya sensandung lirih..
Yang kian menggores rasa pedih..

Tiadakah kau dengar..
Ayat ayat cinta yang bersenandung
Nada Indah..
Yang menggelora dalam jiwaku..
Yang menebar nuansa bening..
Dari sebuah harapan yang kini
engkau abaikan..

Bila memang sudah tiada suka..
Mengapa dulu engkau menggoda..
Bila memang tiada sayang..
Mengapa dulu engkau memberi
harapan..
Sungguh hatiku terbenam akan
Kepiluan…

Usahlah engkau berdusta..
Bila hatimu berkata cinta..
Karena bila kejujuran yang kau
katakan..
Untuk sebuah perpisahan..
Tiadalah mungkin airmatamu akan
berlinang.

Kucoba memahami akan sikapmu..
Kucoba mengerti akan maumu..
Namun engkau semakin membisu..
Engkau belenggu asaku..
Engkau menghukum jiwaku..
Dan engkau membenam impianku.
Kedalam lumpur pilu..

Tiadakah kau dengar Kata hatiku..
Yang disetiap detak napas…
Slalu bertasbih namamu..
Haruskah kulepas nyawa..
Atau ku alirkan seluruh darah…
Hingga engkau percaya..
Bahwa aku sangat..
– M E N C I N T A I M U –
Hmmm———————–

Tinggalkan Balasan