Cintaku Mengalir Dibentang Sejadah

Senyumku mengambang..
Diantara bintang2 yang berenang.
Kuingat canda..
Kudengar tawa..
Dan kulihat engkau bermandi cahaya
Diantara pesta langit yang begitu meriah..

Rinduku mengembara..
Pada jalan cinta yang tiada bertepi..
Jiwaku berkelana..
Pada langit mimpi yang tiada symponi..
Dan aku menangis..
Tertunduk pilu pada pusara kasih..

Tebing hatiku telah rapuh..
Disaat nyanyian rindu..
bersenandung manja dalam jiwaku..
Karena engkau begitu sempurna
untuk jalan hidupku..
Hingga Aku terlunta dirimba duka..
Dan Aku terhanyut dan terdampar..
Dalam muara kasih tiada bertepi..

Entah sampai kapan aku bertahan..
berjalan diatas tajamnya kering
ilalang..
Sedang kemarau panas membakar.
Menghangus puncak bahagia..
yang kian samar untuk terjangkau..

Kini..
Aku telah basah..
oleh runtuhnya hujan airmata..
Aku telah kalah..
oleh takdir dunia yang angkara..
Dan aku telah terbenam..
Kedalam lumpur pilu yang membawa
derita..

Duhai Malaikat cintaku..
Getaran sayangku tiada akan punah.
Walaupun bentang sejadah berulang
banjir airmata..
Karena do’aku slalu mengangkasa..
Karena cintaku slalu Ada.
Untukmu..
Yang kini jauh bertahta diistana..
– S U R G A –
Hmmm——-
———–

Tinggalkan Balasan