Bidadari Banyuwangi Tambatan Hati

Deru menderu ombak menggunung..
Menyapu butiran si pasir putih..
Sungguh hatiku resah dan bingung..
Disaat perjodohan harus melepas
Jalinan kasih..

Pantai pelengkung berjuta pesona..
Membentang biru samudra perkasa..
Dengan pijak alaspurwo sebagai bentengnya..
Benteng untuk sebuah misteri..
Dari kerajaan laut yang melegenda.
Hingga suapapun yang singgah..
Pastilah terkagum melihatnya..

Pantai plengkung..
Engkau begitu gagah..
Segagah peselancar yang menantang
murka samudra..
Dengan cemeti laut..
Yang datang bergulung menggelegar.
Bagai petir yang menyambar..

Duhai pujaan hati..
Engkau begitu cantik..
Secantik rupamu..
Bidadari banyuwangi yang aku rindu
Secantik pribadimu..
Yang menjunjung tinggi moral dan etika..
Dan begitu indah..
Seindah kenangan cinta kita..
Ditepian pantai plengkung dikala senja.

Masihlah kuingat engkau disini..
Bersama berlari dan bersuka..
Dengan menghadang ombak yang datang..
Engkau terhempas, terjatuh dan terhanyut..
Lalu menepi dalam dekapan..

Kutanam cinta pada hatimu..
Kugantung harapan untuk bahagiamu.
Namun asmara kita..
Bagai melaju diatas samudra..
Yang terlalu indah untuk dilalui..
Namun terlalu pahit untuk dilampaui..

Engkau boleh berlalu dari pandangan..
Engkau boleh terlepas dari genggaman..
Namun jangan katakan ..
Engkau akan pergi dari istana hati..
Yang kubangun dan kutata indah..
Dengan belaian cinta yang suci..

Aku rela..
Bila catatan cinta ini harus memisah..
Namun satu cinta yang pernah singgah..
Tiada akan merubah warna dalam
lukisan asmara..
Yaitu dirimu..
Bidadari banyuwangi yang slalu aku..
– R I N D U –
———————————-
to sahabatku ELIZA BETH

Tinggalkan Balasan