Luka Yang Tiada Berdarah

Mengapa begitu tega hatimu.
Membenam asaku dengan dusta..
Hingga bagai bernaung dibawah langit
teduh..
Kau siram asaku dengan banjir airmata.

Kuberikan engkau kebebasan..
Bukanlah hanya untuk mencari senang.
Karena langkah yang kau tempuh
bukanlah tanpa do,a..
Dari tingginya sayangku..
Dari dalamnya cintaku..
Yang untuk bahagia kita bersama..

Keindahan yang kau berikan..
Hanyalah manis dalam ucapan..
Kau sayat asaku..
Kau benam impianku..
Kau dustai kepercayaanku..
Dan nodai putihnya cintaku..

Bila bukan karena permata hati..
Ingin rasanya ku akhiri hidup ini..
Karena luka yang tiada berdarah..
Telah menggores seluruh jiwa..
Dan derita yang teramat pedih…
Telah membuat napas ingin terhenti..

Sakit..
Bagai terhantam gada dikala kutau
engkau berdusta..
Pedih..
Bagai tersayat sembilu dikala engkau
tiada setia..

Kini..
Entah kemana kucari penawar duka..
Sedang maaf yang kau pinta..
kian menusuk hatiku dengan kecewa..
hingga harapan suci yang engkau janjikan.
Telah pupus bersama terpenggalnya..
– I M P I A N –
Hmmm……….

Tinggalkan Balasan