Kemarau Dimusim Semi

IMG-20160609-WA000Color%20Splasher

Mengapa langkah pilu haruslah kutempuh.
disaat aku menyayang..
Dengan tiada kata berpisah..
Diriku engkau tinggalkan..
Dengan tiada kumengerti akan salah..
Kini diriku engkau lupakan..

Bagai berselimut gunung salju.
Hatimu beku..
Bagai arang yang membara..
Cintamu patah..
Hingga begitu keji hatimu..
Telah tega membenam jiwaku..
Kedalam lautan pilu…

Engkau yang meminta untuk setia..
Yang membuat kerasnya karang
hatiku menjadi rapuh dan luluh..
Hingga bagaikan balon terbang
hatiku melayang berputar dan terjatuh.
kedalam harumnya napas cinta yang
engkau berikan….

Mungkinkah aku salah?…
Karena terlalu mencinta..
Ataukah aku berdosa?..
Bila terlalu menyayang..
Sedang aroma istana cinta yang
engkau janjikan..
Masihlah harum dalam Ingatan..

Tiada kusesali..
Bila yang bertahta diujung langit tiada merestui..
Namun yang tiada aku pahami..
Mengapa putihnya cintaku kau dustai..
Sungguh hatiku pedih…

Aku tiada peduli bila jasad matiku menjadi abu..
Asalkan senyum cintamu tetaplah untukku..
Namun aku tiada rela bila harus berpisah..
Karena satu cinta cukup untukku..
Yaitu dirimu yang slalu aku..
– R I N D U –
——————-
Persembahan kata untuk ananda tercinta…

Tinggalkan Balasan