Mawar Yang Tiada Berduri

Dikala sang surya melambai petang.
Aku terlena dalam kerinduan..
Rindu akan senyummu..
Rindu akan candamu..
Rindu akan belaian..
Dari indahnya mimpi yang kini kau
tinggalkan..

Hatiku sepi..
Disaat mawarku tiada lagi berduri.
Djiwaku hampa.
Manakala engkau telah tiada bersama.
Anganku melayang bersama suramnya
awan..
Dan aku menangis..
Meratap pilu dipusara kasihmu..

Barulah aku sadari..
Bahwa tanpamu..
Jiwaku bagai terdampar
pada samudra yang tiada bertepi..
Hingga jalan yang ku lalui ..
Hanya sandungan prasangka..
Yang slalu menyayat rasa didjiwa..

Bukanlah aku tiada rela..
Disaat guratan asmara harus terpiisah
Bukan pula tiada pedih..
Disaat mawarku hilang duri..
Namun badai derita yang melanda.
Kiranya telah membenam taman jiwaku
menjadi gulita..

Begitu banyak kenangan indah yang tersisa
Hingga harumnya aroma tubuhmu..
Masih sangatlah terasa..
Karena kuyakin engkau masih disini
Menemani..
Walau itu hanya sebuah ilusi..

Duhai sayang..
Tiada hasratku mencari ganti..
Walau begitu banyak goda menghampiri.
Tiada mauku membagi kasih..
Walau mawarku tiada lagi berduri..
Karena putihnya cinta tiada akan
pernah ternoda..
Sampai cinta ini di pertemukan diambang
– S U R G A –

Tinggalkan Balasan