Purnama Disiang Hari

Tiadalah terpikirkan olehku..
Bahwa bintang cintaku..
Akanlah terjatuh dipangkuan hatimu..
Sedang purnama impian..
Bagai tiada hirau akan perasaan
sayang.

Haruskah ku sesali..
Ataukah aku harus membenci..
Bahwa istana yang kubangun indah..
Namun kini hanya menjadi sarang
derita..

Tiadalah terpikir olehku..
Bahwa angin cinta yang engkau
hembuskan..
Telah menghempas badai duka yang
menyakitkan..
Hingga aku bagai terjaga dari indahnya
mimpi..
Dan aku tiada dapat menbohongi Hati..
Bahwa engkau telah membuat hatiku
jatuh cinta lagi..

Engkau yang bukan takdir dari Jalan
cintaku..
Kini senyummu bagai slalu menari
dilangit kalbu..
Hingga distiap putaran waktu..
Dentang serunai dari celoteh indahmu..
Telah membuat alam khayal dalam
jiwaku..
Kian terlarut dalam buaian rindu.

Kini..
Kurela cintaku berteduh dalam taman
hatimu..
Dan tiada akan cinta itu berlalu..
Walau kutau rindangnya daun asmara..
Tiadalah akan berbuah manis dalam
bahtera..
Namun harus aku akui..
Engkaulah cinta terindah..
dalan sejarah hidupku mengenal..
– A S M A R A –
Hmmm………..
——————–

Tinggalkan Balasan