Kunantikan Senyummu Kembali

Redup dan sayu matamu.. Lemah dan lusuh tubuhmu.. Disaat raga terbaring tiada daya.. Terbalut selang infus penawar derita. Engkau yang menjadi sandaran.. Tempat bernaungku dari teriknya cobaan.. Kini harus berjuang melawan derita.. Dari rasa sakit yang tiada pernah engkau rasa.. Engkau yang menjadi lentera.. Penerang jiwaku dalam bahtera.. Yang telah membuatku bangga.. Untuk berdamping setia.. … Lanjutkan membaca Kunantikan Senyummu Kembali