Mawar Ataukah Melati

Pasrahlah sudah hati dan jiwa..
Dikala kau ikat hatiku..
untuk menjadi abdi setia..
Hingga bagaikan sebuah mimpi yang
menjadi nyata..
Disaat kita bersandingcinta..
Yang bertahta disinggasana..
Sebagai Ratu dan Raja..

Kurajut sudah benang cinta..
Kuhias siang dengan sayang..
Ku ukir malam dengan kebahagiaan..
Namun dihatimu..
Mengapa masihlah menyimpan satu
kembang..
Dari cinta pertama..
Yang masihlah engkau rangkai.

Aku akui..
Bahwa aku bukanlah yang pertama..
Yang menghiasi indahmu dalam bercinta..
Namun bagiku cinta sangatlah
istimewa..
Hingga putihnya cinta..
Tiada kuingin menjadi ternoda..

Begitu besar sayangku..
Begitu tinggi cintaku..
Hingga tiada kuhirau segala omongan..
Bahwa cinta yang aku dapatkan..
Hanyalah untuk pelarian..

Mungkin aku tiada seindah bunga
mawar..
Yang bermekar dihatimu..
dengan berjuta pujian..
Namun janganlah kau abaikan
cintakuyang seputih melati..
Yang tiada akan menggores hatimu
dengan tajamnya..
– D U R I –
Hmmm——-
————

Tinggalkan Balasan