Dara Jelita Dari Lembah Latuppa

Indahlah sungguh pesona alam..
Mengalir sungai dilembah nan hijau.
Beriring dara jelita tertawa riang..
Membersih badan dibawah pancuran.
Dibawah lembah air terjun latuppa
yang sangatlah indah dan menawan..

Cantik..
Bak bidadari dari kahyangan..
Yang berlenggok gemulai menyusuri
perkebunan coklat yang indah dan
permai..
Indah..
Seindah pesona lembah latuppa yang
tiada terbandingkan..
Yang berselimut kabut bak negeri atas
awan ..

Bulan melingkar menerang malam..
Merebah sayap sayap kelelawar
berpesta rambutan..
Bermandi cahaya dara jelita diatas
jembatan sungai..
Yang tiada lepas aku pandang..
Yang telah membuat hatiku sangatlah
tertawan..

Bersama kita bernikmat malam..
Berbincang panen coklat juga durian..
Dingin menyengat menusuk tulang.
Dan engkaupun berhangat dalam
pangkuan..

Lihatlah rembulan diatas sana..
Menebar cahaya mengukir cinta..
Ia begitu indah..
Seindah urai rambutmu..
Yang kusisir dengan jemariku..
Cahayanya sungguh menyejuk hati..
Seperti rupamu..
Seperti cintamu..
Yang slalu bersemayam dalam sanubariku..

Namun cinta tiadalah harus sempurna..
Sayap sayap cinta haruslah menjadi
patah..
Jejak langkahku haruslah kembali
mengelana..
Karena tugas yang kurengkuh usailah
sudah..
Maafkan…..

Kukenang dirimu dalam diary hatiku..
Dan kuhias rupamu dengan bingkai
cinta..
Walau akhirnya aku menyadari..
Bahwa cinta ini tiadalah harus memiliki.
Namun akan slalu ada senandung
cinta..
Dari satu hati yang telah menepi..
Yaitu dirimu yang aku..
– S A Y A N G I –
————————–

Tinggalkan Balasan