Tiada Seindah Purnama

Malam ini bukanlah purnama..
Namun indahnya cahaya sangatlah
aku rasa..
Seindah rupamu..
Seindah senyummu..
Yang kini jauh..
Dan tiada mungkin lagi kita bertemu.

Kuukir namamu diatas cakrawala..
Tinggi..
Setinggi harapku untuk seiring
langkah dalam cintamu..
Dan kubingkai cintamu didalam jiwa
Indah..
Seindah mekarnya bunga..
Yang membasah embun dikala fajar
menyapa.

Dibawah payung rembulan kita
melangkah..
Bercanda dan bercerita..
Walau kita sama tau..
Bahwa malam itu menjadi titik
akhir perjalanan asmara..
Karena perjodohan..
yang tiada mampu mengelaknya..
Dan kitapun harus terpisah..

Kini engkau jauh akupun jauh..
Namun kenangan itu akan slalu ada
didalam jiwaku..
Dan cukuplah..
hanya kamu yang tau siapa aku..
Dan kujadikan kado termanis dalam
sejarah cintaku..

Kini sinar kembulan itu seakan
menyapaku..
Memanggilku..
Dan seakan dia berkata..
Bahwa masih ada cinta..
Tentang kita..
Yang slalu indah..
Seindah cahayanya..

Duhai sayang..
Ketahuilah..
bahwa hasrat cintaku tiadalah
terlena..
Walaupun kini kita tiada bersama..
Karena putihnya cintaku hanyalah
untuk satu djiwa..
Yaitu dirimu..
Yang slalu aku..
– P U J A –
Hmmm——-
————

Tinggalkan Balasan