Aku Adalah Berlian

Ketika aku terdiam..
Karena aku masihlah sayang..
Namun mengapa engkau teruslah
mengulang..
Dengan mencari indah kelain orang.

Hatiku telah retak..
Dikala hidupku tercampak..
Bagai tiada daya aku berpijak..
Tergores cintamu..
Yang kini telah berkarat..

Kujunjung tinggi mahkota..
Walau kepahitan terus mendera.
Kucoba tersenyum disetiap sapa..
Namun mengapa tingkahmu semakin
gila..

Aku bukanlah budak belian..
Yang dapat kau hempaskan dikala
hilang sayang..
Namun aku adalah sebongkah berlian..
Yang dapat mengangkat derajatmu
hingga tinggi menjulang..
Yang dapat berkilau menerang
langkahmu..
Dikala siang ataupun malam..

Bila bukan karena tunas yang
bermekar..
Tentulah sudah lama engkau aku
tinggalkan..
Sungguh aku tiada kuat..
Meratap pilu akan tingkahmu..

Mengapa rindangmu..
kini tiada lagi memberi teduh..
Mengapa kilau cahayamu..
tiada dapat lagi menerangi langkah..
Sungguh aku tiada tau..
Karena bahagiamu tiada untukku..

Duhai sayang..
Ragaku memanglah lemah..
Tiada mampu melawan segala cerca..
Djiwaku memanglah rapuh..
Yang hanya mampu berpegang pada
cintamu..
Namun akupun punya hati..
Yang tiada mungkin terdiam bila
tersakiti..

Entah kemana kuharus bersandar..
Sedang ratapku tiada lagi kau dengar..
Entah kepada siap aku mengadu..
Sedang cintamu tiada lagi untukku.

Kini..
Haruskah awan berubah hitam..
Mendung dan berkabut..
Seperti cintamu..
Seperti sayangmu..
Yang kian..
– M E Y U S U T –
Hmmm————–

Tinggalkan Balasan