Namaku Intan

Kutatap sudah rona rupa nan
istimewa….
yang gagah perkasa laksana BIMA..
Yang kini tiada lagi berita..
Entah ada..
Mungkin juga tiada…
Hanya ratap dan do’a..
Berharap kita kembali bersama.

Intan yang tumbuh besar..
Dari kelembutan tangan..
yang menjadi kekar karena keadaan..
Yang tiada mengenal pagi ataupun
malam..
Tertatih melangkah hari.
Merintih dikala sepi..
Dan berharap hadirmu walau hanya
dalam mimpi..

Aku memang bukanlah Intan..
yang slalu berkilau walau dalam
Kegelapan..
Namun jangan jadikan aku..
intan yang terbuang..
Intan yang hilang akan sayang..
Intan yang tiada tau..
harus kepada siapa untuk bersandar.

Intan sayang papa..
Dan akupun menyadari..
Bahwa Mama bukanlah yang pertama..
Dari tahta mahligai yang papa
punya..
Namun disini..
papa tetaplah seorang raja..
Yang slalu Kujunjung tinggi..
akan segala keagungannya..

Papa..
Tiada kutau putaran waktu akan
terhenti..
Hingga kitapun bersama meniti hari.
Namun bila takdir tiada menghendaki.
Intan berharap..
Papa akan bersama ..
– L A G I –
I love you papa……

Tinggalkan Balasan