Nakhoda Cinta

Terhenti sudah kaki berpijak..
Dikala senja merah tenggelam.
Bangau bangaupun telah merebah
dahan..
Bernikmat lelap berpayung rembulan

Jejaka gulana bersandar karang..
Meratap sedih tiada berkawan.
Hanyalah derai yang terus berurai.
Mengenang kekasih yang telah
terpinang..

Hilang sudah indah dirasa..
Dikala kekasih khianat cinta..
Entah kemana lara terbawa..
Sedang hiduppu tiada guna..

Melepas ia Kapal bersandar..
Mengarung samudra menerjang badai..
Bukanlah ingin ia melupa daratan..
Namun pahit yang tertelan..
Sungguh sangatlah menyakitkan..

Perkasa ia menantang samudra..
Mengobat hati karena asmara..
Siang tiada berpayung..
Malam tiada berkaus..
Berpasrah badan azal menghadang..

Namun kata sayang tiada membatas
halang..
Kapal bersandar
Pertemuanpun tiada hindar.
Jalinan kasihpun kembali berulang..

Keangkuhan..
Kebencian..
Mencair berganti rindu..
Luluh terkulai berbunga sayang.
Namun ia sadar..
Bahwa sang jelita hanyalah
sebongkahkarang..
Yang bila diterjang akanlah
menghancurkan haluan..
Dan kapalpun..
– TENGGELAM –
Hmmm…………….
—————

Tinggalkan Balasan