Kado Pernikahan

Tiada kurasa akan keindahan purnama..
Dikala engkau tiada lagi setia..
Entah apa yang harus aku kata..
Sedang jawaban cinta..
Hanyalah kata dusta..

Begitu lembut kata kedengar..
Begitu manis ucapan sayang..
Namun mengapa kini pahit yang aku
rasahan..
Hingga jiwaku terlunta..
Diantara gurun yang gersang..
Dan cintaku hangus terbakar..
Akan rasa sayang yang berbalas
penghianatan..

Seandainya saja butir airmata
dapatku urai menjadi tinta..
Niscaya akanlah kurangkai kata..
Tentang kita..
Untuk kujadikan kado terindah.
Dihari pernikanmu yang meriah..

Aku tiada mengerti..
Mengapa semua ini harus terjadi.
Kau simpan dusta..
Dibalik kelembutan hati..
Dengan tia iba..
Kau buat aku menderita..

Mengapa disaat aku menyayang.
Disaat bunga cintaku mulai
bermekar..
Kau hempas rasaku dengan selembar
surat undangan..
Untuk melihat bahagiamu..
Bersanding dengan pilihan..
Yang bukan aku..
Seperti yang pernah kita janjikan
ditepian dahulu..

Kau gores rasaku..
Dengan berjuta sembilu..
Kau hujam jiwaku..
Dengan tombak tombak runcing yang
menusuk kalbu..
Hingga aku menjerit..
Jiwaku sakit..
Haruskan aku terima kenyataan dusta..
Dari ucap janji untuk slalu setia..

Sakiiiit..
Dan memang sangatlah sakit..
Namun kusimpan sudah segala duka..
Kupendam sudah segala asa..
Dan kugenggam sudah kado nan indah..
Untuk kuberikan sebagai bingkisan..
Di malam pesta..
– PERSANDINGAN MU –
Hmmm……………..

Tinggalkan Balasan