Jadikan Aku Lampion Indah

Barulah aku sadari..
Bahwa cintamu..
Telah beranjak pergi..
Bahwa sayangmu..
Tiada mungkin aku gapai lagi..

Entah apa yang harus aku katakan..
Karena ratapku tiada lagi kau
dengar..

Kucoba untuk memahami akan segala
sikapmu..
Kucoba untuk menggerti akan maumu.
Namun semakin aku menyayang.
Kau buat rasa hatiku makin tertikam..
Sakiiit..
Dan teramat sakiiiiit..

Hingga sesaknya dada..
ingin kulepaskan dengan menjerit..
Bukanlah sekejap kita bersama.
Merajut kasih dalam asmara..
Namun mengapa engkau begitu tega..
Menghujam rasaku yang masihlah
mencinta..

Aku bukanlah plastik sampah..
Yang dapat kau buang dikala hilang
suka..
Namun aku ingin menjadi lampion
indah..
Yang dapat bercahaya..
Dikala kita sama mendayuh perahu
cinta..
Yang dapat menerang langkah hatimu
dikala gundah..

Dan dapat menyejuk..
Dikala dingin menyapa..
Namun kini semua menjadi hampa..
Diaat engkau tiada lagi bersama..
Namun kenangan indah tiada akanlah
aku lupa..
walau dirimu telah membuatku..
– K E C E W A –
Hmmm…………..
————–

Tinggalkan Balasan