Hanya Catatan Dusta

Haruskah aku terdiam..
dengan ketidak pastian..
Sedang keindahan rembulan..
tiada lagi engkau hiraukan..
Entah sampai kapan aku menanti..
Sedang sikapmu semakin tiada aku
mengerti..

Aku tiada berharap hujan membasah.
Ataupun datangnya air yang
berlimpah..
Namun aku hanya berharap..
Hanya setitik embun yang menyejuk
jiwa..
Yang mampu melepas haus dikala
dahaga..
Bukan pula janji manis yang
tersimpandusta..

Bila memang tiada sayang..
Usahlah kau menyiram pohon bunga
dalam jambangan..
Bila memang tiada cinta..
Usahlah kau rayu siburuk rupa..
Karena kata cinta bagiku teramat
istimewa..
Yang akan kugenggam dan kujaga.
Untuk selamanya setia..

Aku mencintaimu..
Namun langkah cintaku..
bagai berjalandi tanah gersang..
Yang tiada berpayung..
Yang tiada berlindung..
Untuk teduhku dari panasnya bara
asmara yang mengoyak dada..

Bila banyak keindahan dalam sebuah
catatan cinta..
Mengapakah kepahitan yang slalu
aku rasa..
Mungkin sebaiknya kita akhiri saja
semua kisah..
Hingga tiada lagi rangkaian kata
dusta..
Dari sebuah perjalanan cinta..
Yang hanya manis di mulut..
– S A J A –
Hmmm……..

Tinggalkan Balasan