Roda Derita

Lamalah sudah aku menanti..
Akan dirimu yang tiada juga
kembali..
Namun aku akanlah slalu setia hati
Sampai engkau datang tunaikan
Janji..

Bukan tiada goda aku melangkah..
Akan penantian cinta dari kekasih
yang kembara..
Namun kesucian cinta akanlah tetap
terjaga..
Walau angin surga setiap saat
datangmenerpa..

Namun betapa aku terpana..
Dikala kabar berita datang menyapa..
Engkau tertabrak roda roda gila..
Engkau terpasung bermandi darah..
Dengan menggenggam cindera mata..
Untuk tanda cinta pernikahan kita..

ntah apa yang harus aku katakan..
Sekian lama aku dalam penantian..
Sekian lama aku dalam kesendirian
Kini engkau datang dengan raga
terkulai..
Dengan panjangnya kaki tiada lagi
dapat berjalan..

Kau genggam kuat tanganku..
Dengan menahan sesak dari napasmu.
Dan kau katakan padaku..
aku mencintaimu, dan terlalu besar
sayang ku..
namun maafkan bila aku tida dapat
menemani disepanjang usiaku”
Pahit..
Dan memang terlalu pahit..

Namun rasa cinta yang aku punya..
Tiada membatas pada pisik yang
sempurna..
Walaupun kini engkau bertumpu pada
roda derita..
Namun putihnya cintaku..
Tada akan ternoda sampai ajal..
– M E M I S A H –
Hmmm……………..

Tinggalkan Balasan