Prahara Cinta

Bila tiada kebenaran yang terlihat
nyata..
Usahlah prasangka merajalela..
Tiadalah engkau berpikir dewasa..
Hingga disetiap masalah..
Akanlah menjadi padam karenanya..

Bukannya aku tiada punya sejarah
dalam cinta..
Akan keindahan asmara dimasa
remaja..
Namun dikala mahliagai sudahlah
terbina..
Telah kututup sudah cerita lama..

Namun mengapa kini..
Disaat bahagia tergenggam bersama
buah hati..
Kau tuduh aku berbagi kasih..
Hingga dendam dan benci teruslah
menghampiri..
Juga caci dan maki tiada dapat aku
hindari..

Cukuplah sudah engkau menyakiti.
Dengan membagi bahagia dilain hati..
Tiadakah engkau menyadari..
Bahwa disetiap hitungan hari..
Ratap sikecil bagai tiada henti..

Janganlah slalu mencari alasan..
Akan salahku yang terlihat samar..
Aku bukanlah pengelana..
Yang terlalu mudah untuk terpedaya
dari goda..
Karena satu cinta yang aku punya..
Hanyalah untukmu saja..

Bila memang tiada sayang..
Mengapa kau petik bunga dalam
jambangan..
Bila memang sudah tiada cinta..
Cukuplah sudah sakit yang aku rasa
Cukuplah sudah fitnah yang aku
terima..
Cukup..
Cukuplah sampai disini..

Cukuplah sudah engkau menyakiti..
Akan salah yang tiada pernah aku..
– M E N G E R T I –
Hmmm……………..
—————-

Tinggalkan Balasan