Nada Derita

Kutatap indah bingkai tua..
Akan bahagia kita dikala bersama..
Engkau tersenyum..
Engkau tertawa…
Engkau bermanja..
Hingga tiada duka yang kita rasa..

Engkaulah takdir cinta..
Pelabuhan terakhir dalam kembara..
Dan kuhempas sudah segala goda..
Untuk berpasrah kepada satu jiwa..
Yaitu untukmu..
Yang slalu aku rindu..

Namun mengapa keindahan rembulan..
Tiada berdamping dengan satu
bintang..
Kau sayangi aku..
Kau cintai aku..
Namun aku bagai tiada percaya
Bahwa dibalik kata setia..
Kau tebarkan berjuta pesona..

Aku memang bukanlah permata.
Yang slalu berkilau dalam
pandangan mata..
Namun apakah salah..
Bila butiran debu mengharap
bahagia..
Dengan menjadi gerabah..
Yang tersanjung diatas kepala..

Aku mencintaimu..
Bukanlah karena hartamu..
Aku menyayangimu..
Bukanlah hanya karena rupamu..
Namun ketulusan cintaku..
Janganlah kau jadikan pelengkap
dalam nada rindu..
Untukmu membawa bahagia..
Tetapi telah menggores luka..
Yang tiada mungkin aku..
– L U P A –
Hmmm……..
———-

Tinggalkan Balasan