Mimpi Sang Gembala

Kurangkai indah kertas dalam
genggaman..
Kulempar melayang bagai pesawat
terbang..
Disana kutulis cinta..
Tentang kita..
Yang akan slalu setia..
Sampai ajal memisah..

Namun mengapa uacap kata tiada
seindah yang dirasa..
Engkau menjauh dan semakin jauh..
Mundur perlahan dengan menyisa
senyuman..

Hingga tiadalah mungkin aku
menggapai tanganmu..
Meraih cintamu..
Yang kian dingin..
Dengan tiada hirau akan rasaku
yang begitu dalam mencintaimu..

Tiada indah pinus bernyanyi..
Dikala engkau tiada disisi..
Hanya resah slalu menghantui..
Dikala malam menjemput pagi..
Aku ingin meraih cinta..
Dari kisah lama yang tertunda..

Mungkinkah kugenggam cinta..
Dari rasa cinta yang belumlah
sempurna..
Ataukah hanya mimpi gembala..
Yang tiada mungkin melangkah
istana..
Untuk menjadi seorang raja..

Berulang kali kau ucapkan kata
sayang..
Menyejuk hati dikala terpejam..
Namun mengapa engkau kini terus
terdiam..
Bahkan dalam mimpipun engkau tiada
lagi ingin datang..
Tiada ingat lagikah engkau akan
berjuta kenangan.
Melangkah mesra menyusuri tepian
pantai..

Aku rindu..
Sungguh aku rindu..
Aku ingin cintaku kembali..
Dan aku berharap engkaupun mengerti..
Bahwa satu cinta yang aku punya..
Tiadalah akan berganti..
Walau sampai aku tiada..
– L A G I –
Hmmm……….
———–

Tinggalkan Balasan