Jangan Biarkan Aku Sendiri

Begitu mudah engkau melupakan
kisah..
Begitu mudah engkau berlalu dari
nyata..
Disini tiada lelah aku menunggu..
Namun mengapa engkau bagai ingin
melupakanku..

Mungkinkan cintamu telah terhenti.
Dari rasa cemburu yang mengoyak
hati..
Hingga engkau berlalu tanpa ingin
menatapku lagi..
Sedangkan aku masihlah setia hati.
Dan berharap engkau kembali..

Angin dingin berhembus perlahan..
Rambut terurai terbasahkan hujan..
Namun mengapa panasnya hatimu
tiadalah juga padam..
Engkau tiada perduli..
Akan rasa dalam hatiku..
Yang slalu rindu..
Ucap sayang darimu..

Kuncup sudah bunga yang bermekar.
Disaat berjuta sayang telah kau
abaikan..
Mengering sudah rumput liar dalam
pembaringan..
Disaat belaian sayang..
Tiada lagi aku rasakan..

Tiadakah lagi kau ingin membuka
hati..
Untuk kembali merajut kasih..
Karena aliran darahku akanlah
terhenti..
Bila engkau tiada lagi disisi..

Andai air dilautan dapat kujadikan
tinta..
Andai daun daun dapat kutuliskan
kata..
Niscaya akanlah aku ukir namamu
dalam rangkaian kata indah..
Agar engkau dapatlah mengerti..
Akan adanya cinta putih..
Yang hanya untukmu.
Yang slalu aku..
– R I N D U –
Hmmm………..
————

Tinggalkan Balasan