Engkau bukanlah Takdirku

Terdiam aku menatap bias cahaya..
Diantara tarian ombak laut yang
menggelora..
Kulempar batu sekuat tenagaku..
— J a u h —
Sejauh rasa hatiku.
yang tidak mungkin lagi menggapaimu..
Sejauh kau hempaskan aku.
dari kepasrahan cinta yang
berakhirduka..

Bersama senja nan temaram..
Bersama sang surya yang redup
kemerahan..
Tak banyak kata..
Tak banyak bicara..
Hanya tatap mata yang sayu seakan
berkata..

Maafkan aku..
Yang tidak kuasa untuk tunaikan
janji..
Aku tidak kuasa.
untuk menghindar dari perjodohan
ini..
Namun dirimu tiada hirau.
akan rasa dalam hatiku kini..
— pengecut —

Duhai badai..
Duhai gelombang..
Duhai petir petir yang menyambar..
Inilah aku yang berdiri tegak
diatas batuan karang..
Aku menantangmu..
Lawanlah aku..
Hancurkanlah ragaku..

Duhai sang pencipta..
Begitu luas alam membentang..
Begitu banyak sinaran yang kau
tebarkan..
Begitu banyak keindahan..
Namun mengapa kau ciptakan berjuta
pedang..
Yang menghunus menikam..
Sungguh ragaku terkulai..
Aku tiada kuasa menerima kenyataan
ini..
Kini aku sendiri..
Dan kini hidupku..
— S U N Y I —
Hmmm……………..
—————

Tinggalkan Balasan