Menggapai Cinta Dilangit Bahagia

Maafkan bila tanganku.
tiada dapat menggapai rembulan..
Hingga resah dalam hatimu.
sangatlah aku rasakan..
Namun yakinlah bahwa dalam djiwaku..
Tiada akan hilang keindahan..
Tiada akan sirna rasa sayang..
Semua masihlah tergenggam.
Hingga takdir baik akanlah
mempertemukan

Kini kapalku bagai terdampar di
tengah lautan..
Entah kapan akan menepi..
Entah karam dihantam badai..
Hanya secercah cahaya yang senantiasa
aku genggam..
Yaitu cahaya cinta darimu duhai
bidadariku sayang..

Lelah sudah raga..
Berpeluh derita dari segala coba..
Namun aku tiada akan pulang..
Walau rindu bagai menikam..
Mengoyak dan remukkan sendi sendi
tulang..
Hingga ku genggam senyuman..
Yang hanya untukmu..
Yang hanya untuk kita..
Untuk bersanding bersama dalam
mahligai cinta yang indah..

Kini usahlah lagi bermuram durja..
Berbikir durjana dari segala
prasangka..
Karena kuatnya aku melangkah..
Berpijak kuat pada bumi yang seakan
goyah..
Hanyalah karena cinta yang kamu
punya..
Yang tiada akan sirna..
Sampai maut memisahkan kita berdua..

Tiada malam yg tak akan berganti
pagi..
Dan yakinlah tirai tirai kusam
akanlah menjadi berseri..
Ada rindu yang akan mempertemukan..
Ada sayang yg akan kembali dalam
depakan..
Untuk kita..
Seperti yg pernah kita rengkuh
bersama..

Bila saat ini..
Angin malam dapat membawaku terbang..
Melayang menembus tirai mimpi dalam
kerinduan..
Niscaya akan kuharus semua derai..
Menyibak segala duka dalam kepiluan..
Dan membaringkan ragamu dalam
pangkuan..

Kita bercerita..
Kita bercanda..
Dan kita tertawa..
Hingga sang fajar menyinar..
Dan kau terbangun dalam..
– S E N Y U M A N –
Indaaaaaaaaah…….
Hmmm………………..
—————–r

Tinggalkan Balasan