Terbakar Api Cemburu

Kutinggalkan sudah.
keindahan cinta masa remaja..
Hanya untuk menggapai impian yang
sempurna..
Dan kupasrah sudah djiwa dan raga.
Untuk menjadi abdi.
dari seorang raja dalam rumah tangga

Kini engkaulah nakhoda dalam
bahtera.
Yang akan menjagaku..
Membimbingku..
Dan membawaku..
Untuk arungi samudra cinta..
Dalam mahligai nan indah..

Sekian lama bersama..
Sungguh keindahan sangatlah terasa
Namun mengapa perubahan akan
sikapmu kini sangatlah jauh
berbeda..
Engkau begitu angkuh..
Hingga salah dan amarah begitu
mudah menimpa..
Tanpa pernah ku tau akan salahku..
Sungguh kini aku menjadi bimbang.
akan ketulusan cinta yang kau
berikan…

Endah kepada siapa kini aku harus
mengadu?..
Sedang dirimu bagai tak lagi
mengerti akan perasaanku..
Dan kepada siapa kuharus bersandar
diri?..
Sedang dirimu bagai tertutup mata
hati..
Engkaulah cahaya dlm mahligai..
Janganlah kau padamkan nyalanya
api cinta yang telah tergapai..

Aku rela untuk hidup bersama..
Namun janganlah cinta putihku kau
taburi dengan noda..
Hingga Karamnya cinta kita..
Hanya karena api cemburu yang
telah membakar djiwa..
Dan membuat rasa hatiku terluka.

Kini maafkan aku..
Yang harus berlalu darimu..
Dan biarkan aku sendiri..
Menatap pagi dengan rasa hati yang..
– P E R I H –
Hmmm…………
————–

Tinggalkan Balasan