Senandung Cinta Ranting Cemara

Kulihat indah mentari senja di
pucuk cemara..
Berkilau jingga menerpa rona
jelita.
Ada senyum yang tiada kulupa..
Ada sayang yang masih terurai
dalam tatap mata..
Dan ada kerinduan.
tentang nostalgia dari cerita lama

Engkaulah lentera djiwa..
Yang telah membuat hariku berbunga
indah..
Engkaulah yang slalu kupuja..
Penghias mimpiku dikala remaja..
Sungguhlah aku tiada pernah lupa.
Akan kenagan cinta kita berdua..

Walaupun kisah kita.
telah menjadi tiada sempurna..
Namun tidaklah akan mengakhiri
semua kisah..
Karena disetiap lembaran cinta
putih kita..
Akanlah slalu ada..
Rangkaian syair keindahan.
yang tiada akan sirna..

Maafkan aku..
Bila keputusanku.
telah membuat rasa dihatimu
menjadi pilu..
Karena hidup tanpa restu bukanlah
mauku.
Namun kini aku menyadari..
Betapa engkau begitu berarti..
Hingga disetiap meniti hari..
Langkah hidupku sangatlah sunyi..

Jangan katakan telah hilang rasa
sayang?..
Seperti matahari yang terpejam
dalam gelapnya malam..
Cintaku tiada untuk hari ini..
Sayangku tiada akan pernah
terhenti..

Seperti getaran ranting cemara ..
Yang slalu mengalunkan senandung
cinta di malam yang indah..
Seperti dinginnya angin malam..
Yang kini sirna dikala kehangatan
mentariku
telah berpadu dalam..
– D E K A P A N –
Hmmm……….
———–

Tinggalkan Balasan