Terpasung Rindu 

Dikala rindu mendekap erat dalam
kebisuan..
Disaat tiada aksara.
yang menguntai lembut dalam
senyuman..
Aku terdiam dalam renungan..
Mengais mimpi yang sekejap hilang.
mengejar bayangan.
yang kini terhalang kabut hitam..

begitu banyak kumbang kelana yang
menggoda..
Berjuta intan menerang dalam
kilauan menggugah pesona..
Namun hatiku sepi..
Namun jiwaku sunyi..
Aku semakin tenggelam dalam lembah
penantian..
Aku rindu satu pancaran kasih.
yang datang menyiram menyejuk
dinding hati…

Candamu ibarat pelangi dalam
hidupku..
Hingga gelapnya dasar samudra.
Dapat bercahaya dengan aneka
warna..
Ucap katamu bagaikan untaian nada
nada yang mengalun indah..
Sehingga disetiap langkah..
Aku dapat menari dan melenggok
penuh suka cita…

Aku menyadari bahwa tiada
kesempurnaan yang dpt kuberikan.
tetapi apakah salah bila engkau
menjadi pilihan??..
Mungkin aku bukanlah penghias
indahnya mimpi..
Namun bersamamu ingin kuraih semua
keindahan mimpi..
Mungkin aku memang munafik..
Tetapi inilah kejujuran..
Kejujuran yang terasa pahit untuk
diungkapkan..

Bila memang masihlah sayang..
Janganlah kau buat langkah hidupku
semakin kelam..
Hatiku perih..
Jiwaku merintih..
Aku tenggelam dari rindu yang
semakin kelam..
Dan aku menangis.
dari rasa djiwa yang terasa bagai.
– T E R I R I S –
—————

Tinggalkan Balasan