Gugur Bunga Dilereng Gunung Lawu Yang Mempesona

PondokAren-20170204-00020ColorSplasherColorSplasher
Sungguhlah indah panorama alam.
Merah temaram disenja yang gemilang.
Bersuka riang dara ayu dibawah pancuran.
Membersih badan.
Dicurah grojogan sewu.
Yang sangatlah indah dan menakjubkan

Inilah lembah misteri.
Yang begitu indah.
Laksana tempat bermandi para bidadari
Inilah surganya bumi yang tersembunyi
Hingga siapapun yang bersinggah.
Pastilah tiada ingin berlalu pergi.

Disini.
Dilentik jemari kaki.
Dialas gunung lawu aku berdiri.
Kuikat janji untuk sama sehati.
Kupahat cinta untuk tiada terpisah.
Dan kusandarkan kasih sayang.
Pada dirimu.
Duhai bidadari gunung lawu.
Yang telah merebah hatiku dalam
istana keriduan.

Sabdaku menggema.
Menggetar curah tebing grojogan sewu
yang perkasa.
Ikrarku mengangkasa.
Meroket mengguncang langit restu
singgasana dewata.

Karena engkaulah gadisku.
Mustika yang memancar sinar terang
dalam djiwaku.
Karena engkaulah bidadariku.
Tautan hati tempatku berkasih.
Hingga bagai insan yang tiada bernalar
Djiwaku terguncang.
Hanyalah untuk memikirkan dirimu
seorang.

Mungkin inikah cinta.
Yang telah membuat lelapku gelisah.
Ataukah perasaan sayang.
Yang telah membalut hatiku dengan
kerinduan.
Hingga aku terlupa untuk tanggal aku
terlahir.
Karena yang kuingat hanya parasmu.
Yang senantiasa melekat dalam benakku.

Duhai sayang.
Masihlah terbayang dalam ingatan
Manakala jemari mengait tangan
berayun.
Menyusuri rindang stroberi dalam
tautan hati.
Dan bersantap nikmat.
Sate kelinci yang begitu lezat.

Hingga laksana hujan embun.
yang berjatuh dibening telaga madirda.
Gelombang pesonamu.
Telah menggetar naluri cintaku.
Untuk seracik dalam buaian asmara..

Terkutuklah aku.
bila mendustakan cintamu..
Karena sesungguhnya.
Cintaku bukanlah laksana kera kera
nakal..
Yang banyak berlari liar dirimba dahan
Yang ingin meraih cintamu dengan
kecurangan.
Yang ingin membawamu.
Dengan tiada restunya tuhan.

Malamku bisu tanpa bayangmu.
Hatiku kelu dikala jauh darimu.
Hingga laksana curah grojogan sewu
Yang deras mengalir.
Niscaya cinta untukmu.
Tiadalah akan pernah bergulir..

Bukanlah curamnya pendakian.
Yang membuat hatiku gentar.
Bukan pula laknat dari kretek pegat.
Yang membuat cintaku berkarat.
Namun candi sukuh yang licin dan
berkabut..
Telah membuat hatimu tergelincir.
dan terjatuh kepada cinta yang lain.

Sehigga apalah dayaku..
Kiranya waktu indah tiada bergulir lama.
Belum puas aku menyayang.
Belum genap cinta terikat.
Harapku layu..
Dikala kebebasanmu terpetik dalam
pinangan..

Duhai sayang.
Cintaku tiada akan layu.
Walau engkau tiada menjadi milikku
Karena cintaku tiada dapat dihancurkan.
Karena sayangku tiada dapat
terpisahkan.
Hingga laksana patung semar.
Yang bersila gagah dikarangpandan.
Aku akan menantimu.
Walau berjuta tahun akan berlalu.

Kini..
Tiada kusesal bertaut hati padamu.
Karena sesungguhnya.
pahatan cintaku tiadalah akan rapuh.
Dan tiada aku lelah untuk menunggu.
Karena ku yakin hatimu
Masihlah berbertaut rindu.
– K E P A D A K U –

Tinggalkan Balasan